Tetangga | SOOKAI

Tetangga | SOOKAI

  • WpView
    Membaca 42,632
  • WpVote
    Vote 3,449
  • WpPart
    Bab 22
WpMetadataReadLengkap Kam, Apr 9, 2020
"Bisa gak sih jangan berisik? " ujar laki-laki yang tengah duduk di balkon kamarnya sembari menatap tajam ke arah seberang yang tidak jauh dari balkonnya. "terserah gua, ini kan party gue, dirumah gue jugaan! jadi jan sewot!" ujar laki-laki yang lebih tinggi dan berisi itu sembari memberikan senyum meremehkan ke lawan bicaranya. . . . mereka tetanggaan udah hampir 10 tahun tapi gak ada akur-akurnya, sama halnya kayak minyak dan air gak bisa nyatu. . . . cerita mengandung unsur-unsur : 🔞BL 🔞YAOI 🔞yang anti-anti bisa menjauh dan gausah ladenin 🔞banyak kandungan didalam cerita, gabisa gua jabarkan! 🔞percakapan informal, bahasa sehari-hari! 🔞intinyaa kalau mau baca, silakan! kalau enggak, gausah! makasii 🔞Cerita nya sedikit baperan! 🔞Lika-liku dari kehidupan mereka! . . . . . Follow dulu yaa akunyaa, biar tambah semangat (⌒o⌒) . . . -satu lagi guys, tau kan cara membuat hati akoh senang? yup tinggal kasih vote + komen doang. baik sekian, selamat membaca ❤
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#911
txt
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Hurt To Love You
  • Bintang Di Langit [End]
  • go to the past✓
  • Truth or Dare | KookV
  • Storia D'amore del Caffé [PDF]
  • DION DAN GABRIEL (BXB)
  • ||My President School||
  • About You [BKPP] [BxB]✔️[Complete]
  • gua abang lo bukan ade lo

Mpreg Gay story Homophobic ? Gak usah baca ! Highest rank #122 in romance •-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-• "Bagaimana kalau terjadi apa-apa denganku ? Apa kau masih mau denganku ?" Ucapku dengan pelan. Aku berusaha menatap tepat dimatanya. "Tentu saja aku akan menerimamu." Aku tersenyum mendengar jawabannya. Semoga ucapannya benar. "Ba-bagaimana jika aku hamil ?" Ucapku gugup sambil kuelus perutku yang masih rata. "Hamil ? Hahaha kau seorang pria." Apa di tak percaya padaku ? "Aku serius. A-aku hamil." Kuserahkan sebuah map padanya. Itu adalah sebuah bukti yang sangat kuat. "Kau gila ! Aneh ! Tidak mungkin kau... argh ! Bagaimana bisa ?!" Dia membanting map yang kuserahkan padanya. Dia pergi. Meninggalkanku dengan hati yang cukup sakit. Ternyata benar. Ucapannya barusan salah. Dia tidak menerimaku.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan