Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.
Rasa yang Terbuang

Rasa yang Terbuang

  • WpView
    Membaca 194
  • WpVote
    Vote 11
  • WpPart
    Bab 6
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Jul 26, 2020
WpInfo
Fiksi
Romansa
Mungkin memang salahku mencintai seseorang terlalu dalam. Hingga aku mengabaikan segala luka yang kurasa. Karena terlalu terluka, aku sampai lupa bahwa hatiku harus aku buka untuk orang baru, bahwa hatiku perlu difungsikan kembali. Namun, selalu saja aku menyerah karena trauma akan pengkhianatan. Aku terluka parah, hingga aku tak ingin kembali kehilangan arah. Inilah kisahku. Segala macam rasa yang kualami, dari bahagiaku dan juga nestapaku. Banyak luka-luka yang belum mengering, banyak kenangan-kenangan yang masih saja bergentayangan, dan masih ada rindu-rindu membuat pilu. Aku, Rayya, perempuan yang sudah kehilangan kunci hatinya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#947
kangen
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Cerita Tentang Kita
  • TAK BERSAMBUT
  • Dalam Diamku Mengikhlaskanmu [ Sudah Terbit ]
  • CARAKU MENINGGALKANMU
  • Cinta Aluna
  • LUKA(KU)
  • Promise
  • F E E L I N G ✔✔✔ [Lanjut; Feeling 2]

Terkadang kita tak mengerti apa yang sebenarnya di inginkan oleh hati, terkadang sebuah hal kecil dapat membuat kita tersenyum dengan tulus atau bahkan mengingatkan kita tentang sepenggal kisah yang pernah terjadi. Aku mungkin hanya orang biasa yang mempunyai banyak mimpi untuk di wujudkan tapi aku selalu percaya suatu saat hal ini akan menjadi nyata walaupun entah kapan akan terrealisasikan, hanya Tuhan yang tahu. Inilah kisahku aku akan memulainya, baca , dengarkan dan mengertilah ini kisahku tentang sebuah perjalanan perasaan yang terjadi dalam hidupku. Entah ini takdir atau hanya ujian hidup yang harus terus aku jalani. Kadang aku merasa ini begitu menyakitkan ,begitu tak adil. Kadang aku ingin marah tapi dengan siapaa? Disaat aku merasa aku tak sanggup lagi menjalaninya aku akan menangis sekeras-kerasnya agar aku bisa merasa lebih baik, tapi tentu saja hal itu hanya bersifat sementara. Ataukah aku harus lari dari kenyataan hidup yang harus aku jalani? Mungkin dengan begitu hidupku akan lebih baik, tak mungkin semudah itu teman-teman aku ini masih remaja belum punya apa-apa , jajan aja masih minta ortu. Yaahh...apapun yang terjadi kedepannya aku cuman bisa jalani. Hidup ini kan penuh dengan teka-teki dan misteri apapun yang terjadi aku harus terus belajar mensyukurinya.hanya itu yang bisa aku lakukan. Seperti menerima keadaanku sendiri . Yaa keadaanku sendiri , keadaan yang kurang baik , keadaan yang sempat membuat aku menangis sebulan lamanya, keadaan yang membuat duniaku seperti kiamat , seperti waktu berhenti berputar . Entah kenapa ini terjadi bertubi-tubi kepadaku . Yang aku tau saat itu aku jatuh dan merasa ini sudah berakhir. . . . . . . Cerita ini telah aku revisi ulang dari cerita sebelumnya yaa..karna ada beberapa yang harus aku ubah sedikit dan perbaiki karna ada kesalahan teknis. Selamat membaca guys...

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan