-The Secret Thinking-

-The Secret Thinking-

  • WpView
    Reads 36
  • WpVote
    Stemmen 0
  • WpPart
    Delen 4
WpMetadataReadLopende
WpMetadataNoticeLaatst gepubliceerd maa, mrt. 9, 2020
WpInfo
Non-Fictie
SIPNOSIS : Suatu desa yang bernama desa cobra, Hiduplah seorang pemuda yang bernama devil, dia tumbuh dengan pemikiran yang langka pada zamannya. Pemikiran dan pola pikirnya membuatnya di jadikan pakar dari segala pakar, hingga banyak yang ingin bertemu dengannya, mereka semua hanya ingin bertukar pikiran denganyah. Devil pernah di tanyakan?? Bagaimana mencapai pemikiran rahasia mu. Maka di jawab : Setiap manusia memiliki pemikiran rahasianya masing masing, dengan pola yang berbeda beda. Temukan itu di dalam dirimu. Pemikiran laksana berlian tanpa wujud, berharga dan sulit dicari. Tapi apa salahnya kita mencoba. PENULIS : SYAHDAN FIRMANSYAH
Alle rechten voorbehouden
#443
pemikiran
WpChevronRight
Word lid van de grootste verhalengemeenschapOntvang persoonlijke verhaal aanbevelingen, sla je favorieten op in je bibliotheek en geef commentaar en stem om je gemeenschap te laten groeien.
Illustration

Je bent misschien ook geïnteresseerd in

  • Pertemuan Singkat ( Xodiac) END ✔️
  • 97 HORAS: The Lost Village
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • THE CHAOS WITHIN: AWAKENING [Volume I]
  • TAGIHAN PERJANJIAN LAMA - DESA HAWA TIIS || 97L
  • Torii
  • Teror sinden (Liburan Telaga Tengah Alas)
  • VALEN and The Guide of Shadow

Di suatu sore yang cerah, ketika matahari mulai merunduk di ufuk barat, lima remaja laki-laki : Sing, Leo, Wain, Gyumin, dan Davin memutuskan untuk menjelajahi gedung sekolah terbengkalai yang terletak tak jauh dari sekolah mereka. Mereka mendengar desas-desus bahwa tempat itu menyimpan banyak misteri dan kenangan yang terlupakan. Saat mereka memasuki gedung, bau lembab dan debu menyambut mereka. Dinding-dinding yang retak dan jendela yang pecah menciptakan suasana angker, tetapi rasa ingin tahu mengalahkan ketakutan mereka. Saat mereka menyusuri lorong-lorong yang sepi, suara tawa dan obrolan mereka menggema, membuat tempat itu terasa sedikit hidup kembali. Di tengah pencarian mereka, mereka bertemu dengan seorang remaja lain yang ternyata juga tengah menjelajahi gedung tersebut. sosok remaja yang pendiam namun observan, langsung menarik perhatian Sing dengan keahliannya dalam merasakan suasana. Leo yang ceria dan selalu bisa menghibur, membuat suasana menjadi lebih hangat. Mereka pun mulai berbagi cerita dan pengalaman satu sama lain. Sing yang biasanya pendiam, menemukan kenyamanan untuk berbicara tentang hobi menggambarnya. davin, yang selalu bersemangat, menceritakan impiannya untuk menjadi musisi. Wain, yang selalu skeptis, mulai mengungkapkan pandangannya tentang kehidupan. Gyumin, yang humoris, membuat semua orang tertawa dengan leluconnya. Kini, gedung sekolah terbengkalai bukan lagi tempat angker bagi mereka, melainkan simbol dari sebuah awal yang baru, sebuah tempat di mana sembilan remaja, dengan karakter yang berbeda-beda, menemukan satu sama lain dan menciptakan kenangan yang tak terlupakan, inilah kisah mereka dimulai.

Meer details
WpActionLinkInhoudsrichtlijnen