Aneh bagi Aisyah. Teman temannya banyak yang sudah diterima di SMP favorite mereka. Tapi Aisyah, siswi berprestasi di sekolahnya, justru ditolak mentah mentah oleh 2 sekolah sekaligus. Sejak dahulu Aisyah ingin sekali masuk pesantren, terutama Ponpes Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, tetapi urung karena mengingat Ali dan Anam yang masih kecil. Ia tidak tega meninggalkan kedua adiknya yang masih balita. Yasudah, apa boleh buat, Aisyah terpaksa memilih sekolah negeri sebagai tempatnya untuk menimba ilmu. Jujur dalam hati Aisyah sangat iri melihat beberapa teman SD nya melanjutkan pendidikannya di pesantren. Alih alih masuk SMP favorite, Aisyah langsung ditolak oleh pihak sekolah dengan alasan zonasi. Akhirnya terpaksa Aisyah mendaftar di Ponpes Nur El Ghazy. Aisyah merasa senang kala mengetahui, setiap seminggu sekali santri diperbolehkan pulang. Terlebih mengingat Nadhira aisyah , teman semasa SD nya juga melanjutkan di tempat yang sama
FOLLOW SEBELUM BACA!!
Kisah kehidupan seorang Aisyah Putri Zabrina, yang tak pernah merasakan kasih sayang dari orang tua kandung.
Ia hidup dengan Pakdhe dan Budhe nya, yang sudah merawatnya sedari kecil sejak kedua orang tua nya meninggal dunia.
Saat baru tamat sma, Aisyah di minta Pakdhe dan Budhe nya untuk masuk ke Pesantren, namun di luar dugaannya ternyata saat hari pertama Aisyah masuk pesantren ia malah di jodohkan dengan anak kedua pemilik pesantren.
Muhammad Zaidan Al-Baihaqi, si cuek, jahat, ketus,dan mempunyai prinsip untuk Menikah sekali seumur hidup.
Bagaimana kehidupan mereka setelah mereka terikat status sebagai pasangan suami istri?
Apakah mereka bisa saling mencintai?
Akankah mereka bisa bersama sampai maut memisahkan?