Absurd Academy ✨

Absurd Academy ✨

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 27, 2019
sejak kecil aku selalu berharap bisa masuk sekolah elite. Namun, karena uangku gak cukup, aku pun mutusin buat belajar dengan giat. Sampai pada akhirnya, aku pun diterima di SMA Budi Bangsa, sekolah elite yang nantinya akan jadi tempatku belajar. Tapi.... Aku salah milih sekolah Anabel Prolog " Mama! Mama! " panggil gadis kecil itu sambil menarik-narik tangan ibunya. Ibunya pun menoleh pada anaknya dan menatapnya dengan tatapan sinis." Mau apa?!" tanya Mama kesal. " Itu apa? " tanya gadis itu sambil menunjuk ke arah bangunan yang besar dan megah. " Sekolah elite," jawab Mama singkat. " Sekolah? Kok besar sekali , Ma? " tanya gadis itu lagi , merasa tidak terima dengan sekolahnya yang biasa saja. " Banyak nanya! Cepetan masuk mobil! " perintah Mama. Meski sedih melihat perlakuan Mama padanya, gadis kecil itu tatap menurut. Gadis usia 7 tahun itu pun memandang ke arah sekolah itu melalui jendela. Pasti enak sekolah di situ, batin gadis itu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (Revisi)
  • ANELKA CALVARY
  • Yang Paling Sulit Bilang Cinta
  • troublemaker VS ketos! ✔
  • ON SIGHT (Completed)
  • ARKAN |END| Belum Revisi
  • A Sloppy Girl's Diary
  • ME & HIM ARE DIFFERENT

Warning ❗Plis, no copy paste/plagiat cerita orang❗sebelum membaca Vote dan follow. Semua orang mengatakan Gita adalah penyebab kematian saudara kembarnya. Tidak ada yang peduli untuk bertanya bagaimana rasanya kehilangan seseorang yang selama ini selalu berada di sisinya. Sejak tragedi itu, hidup Gita berubah sepenuhnya. Gadis yang dulu ceria kini hidup dalam bayang-bayang masa lalu, dikelilingi tatapan yang menghakimi dan tuduhan yang tak pernah hilang. Bertahun-tahun kemudian, ketika ia mulai mencoba menata hidupnya kembali, serpihan kebenaran yang lama terkubur perlahan muncul ke permukaan. Namun semakin dekat Gita pada jawaban yang selama ini ia cari, semakin ia menyadari bahwa tidak semua luka berasal dari kebencian. Sebagian lahir dari kata-kata yang tak pernah diucapkan. Dan sebagian lagi dari pertolongan yang datang terlambat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines