Lonely|Boboiboy

Lonely|Boboiboy

  • WpView
    Reads 25,319
  • WpVote
    Votes 2,136
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 28, 2020
Setiap orang punya kenangan tersendiri. Yang menyenangkan, maupun yang menyakitkan. Setiap orang juga mempunyai rasa trauma. Trauma pada hal apapun, bahkan pada hal yang dianggap sepela oleh orang lain. Dan tentu saja pasti ada suatu kejadian yang membuatnya mengalami trauma itu. Keluar dari trauma juga tidak mudah, butuh uluran tangan. Dan saat itu tidak ada siapa siapa yang membantunya. Hanya sang kakek lah yang selalu ada, bukan orang tuanya atau pun saudaranya. Ia kesepian. Dunia ini seolah-olah sengaja membiarkannya terpuruk, menikmati kegelapan tak berujung. Tapi tuhan memang adil. Hidup tak selamanya selalu gelap. Karena pada akhirnya, seseorang memaksa masuk ke dalam hidupnya, mencoba mewarnai hari-harinya yang terlalu monoton. Cerita tentang persahabatan, persaudaraan, juga kesepian.
All Rights Reserved
#104
yaya
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • All The Memories {Elemental Boboiboy} [SLOW UPDATE]
  • Lost Trust (Hiatus)
  • Let's Wreak Havoc | [ ✓ ]
  • Lost Emotions AU
  • PAIN [Boboiboy]
  • Cause We are Family
  • ELEMENTAL DREAMS
  • °•○ RENJANA ○•° {On Going}
  • 8 Remaja 8 Anugerah
  • BROKEN

Nyatanya, mereka bertiga tidak sebahagia yang orang lain pikirkan. Di balik tawa dan senyuman yang mereka tunjukkan, terselubung luka yang tak seorang pun mampu melihat. Taufan yang ingin diakui keberadaannya. Ice yang mendambakan kebebasan. Dan Thorn yang haus akan apresiasi dari sang Bunda. Taufan terus mencoba membuktikan dirinya sendiri, berusaha untuk diakui, meski dirinya seringkali tak dihargai. Ice, meskipun selalu tampak tenang, namun ia terjebak dalam batasan tubuhnya yang rapuh, bermimpi bisa merasakan bebasnya dunia tanpa halangan apapun. Thorn, dengan segala usahanya, merasa tak pernah cukup baik untuk mendapatkan kasih sayang yang tulus dari sang Bunda. Di dunia yang mengagumi harmoni, tak ada yang tahu bahwa kehancuran perlahan mulai menghantui. Tapi, sampai kapan mereka bisa bertahan dalam diam? Sementara hati mereka perlahan terkikis oleh kesedihan yang mendalam.

More details
WpActionLinkContent Guidelines