Mencoba Meraih Gengamanmu

Mencoba Meraih Gengamanmu

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 3, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Salahkah jika mengungkapkan perasaan yang mula dari perempuan ? Salahnya darimana ? Jika salah mengapa cinta ini datang dengan secara tiba-tiba dan tertanam di hati ini. Maka dari itu boleh kan aku mendekatinya ? Bahkan dia jadi milikku ? Boleh ya boleh ? Itulah yang slalu dalam benak pikiranku. . . . . . Jika kau risih akan sikapku yang berlebihan maka dari itu maklumi dan maafkan akan diriku ini, karena salah siapa dirimu sangatlah menarik perhatianku sehingga aku pun penasaran ingin mengenalmu dan bahkan jauh dari itu. Meskipun aku layaknya tomboy, tapi masih punya hati hello Kitty yang mana jika sudah tertarik pada satu titik sehingga menjadi jatuh hati, ya maka dari itu aku bisa berubah drastis dari ketomboyanku ini. Maka dari itu bolehkan aku menjadi penghias di buku lembaran kehidupanmu. Kehidupan memanglah sangatlah sulit di mengerti bahkan sulit untuk di tebak, begitupula cinta. Maka dari itu tidaklah salah jika cewe tomboy ini menyukai bahkan senekad itu ingin memilikinya.
All Rights Reserved
#7
takdihargai
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Balik Kacamata [END]
  • Maria Broken Heart To My Love(Slow Update)
  • Do You Miss Me ?
  • Admire Or Love
  • Dear Heartbeat [COMPLETED]
  • May I Love You?
  • Pelakor? Yes, I'm! (BOOK 1)
  • I WHO FALL IN LOVE to you
  • CINTA YANG NYATA

Hidup di perantauan, jauh dari keluarga, jauh dari rumah, selalu merasa sendiri meskipun ada banyak orang di kota metropolitan yang hampir sama padatnya dengan ibu kota. Perjalanan hidup yang tak mudah, apalagi bagi wanita yang sudah berusia lebih dari seperempat abad sepertiku. Aku kira hatiku sudah mati rasa, tapi sepertinya itu hanya praduga. Tak ada awalan berupa perjodohan maupun ta'aruf, seperti yang pernah aku jalani dulu. Hanya pertemuan alami yang tak terlepas dari kehendak Tuhan. Nyatanya tanpa ku sadari, hatiku perlahan jatuh pada seorang pria berkacamata yang awalnya bahkan tak mendapat perhatian khusus dariku. Perlahan, hal yang biasa berubah menjadi sesuatu yang tidak biasa karena terlalu sering menghabiskan waktu bersama. Satu hal yang terlambat aku sadari adalah kenyataan bahwa setiap manusia memiliki rahasia yang tak diketahui oleh manusia lainnya, begitupun dia. Sesuatu yang tersembunyi rapat di balik kacamata yang ia gunakan. Kacamata itu menjadi dinding pembatas yang menghalangi orang untuk mengetahui jati dirinya yang sesungguhnya. Pada akhirnya, pilihan tetap berada di tanganku. Mau tetap bertahan atau malah memutuskan untuk pergi?

More details
WpActionLinkContent Guidelines