We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Dear Adrian

Dear Adrian

  • WpView
    Reads 391
  • WpVote
    Votes 76
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 4, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
"Ajarkan Aku Bertahan Tanpa Harus Berjuang" Mengisahkan tentang perjuangan seorang Kinara Hanin Augustin untuk menaklukan kerasnya benteng pertahanan hati seorang Adriano Elbara yang memiliki segudang pesona. padahal itu semua hanya Tantangan yang dia dapat dari teman-temannya. Sikap Adrian terhadap cewek yang berusaha mendekatinya adalah Sinis, Dingin, Tanpa perasaan. Namun, siapa sangka? Adrian justru menerima pendekatan yang di lakukan oleh Tania. Tapi, di dunia ini ada yang baik pasti ada juga yang buruk, selama perjalanan asmara mereka banyak sekali rintangan menghadang, mampukah mereka melewati semua rintangan itu? atau justru membuat mereka menuju jurang perpisahan?
All Rights Reserved
#811
pemula
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SAD GHOST 6 ✓
  • School Magic (hanya gue yang boleh bully dia)
  • The Valeska School
  • Cinta Yang Teruji
  • Antara Rindu dan Amarah
  • Adrian & Ayla
  • Pasangan Aneh (END)
  • Cewek Agresif VS Cowok Polos (TAMAT)
  • Aurelia Maeva Sinclair

BRAK!! Rara terjuntai sampai bokongnya menabrak mesin cuci, ia terkedjoed sekaligus terheran-heran melihat wujud yang ada di hadapannya. Siapa ketiga manusia, ups salah maksudnya makhluk halus di hadapannya ini? "Selamat malam" ucap mereka bersamaan. "Ma-malam, bapack-bapack cari siapa ya?" "Cari manusia bernama Rara, Riri dan Rere. Benarkah ini rumahnya?" "Betul sekali. Apakah kalian dari anggota give away? Wah, saya mau dapet mobil mewah dong? Atau duid seratus juta" "Kita gak salah men, dia beneran yang kita maksud. Bener kata raja Jin, udah cantik, lucu dan uhhh sexy men" bisik salah satunya di akhir kalimat. "Hus, lo udah jadi setan masih aja mesum. Otak lo gue puterin ke mesin cuci mau?" "Anceman lo ngeri kaya akun lambe!" Rara masih menunggu jawaban mereka, bahkan jika saja ada yang memotret wajahnya pasti ia sangat malu sekali, sebab wajahnya terlihat seperti orang bodoh. "RARA, NAMA LO RARA KAN? TANPA BERBASA BASI LAGI, GUE MAU KENALIN DIRI. GUE GUNDU, LO BISA PANGGIL GUE GUGUN" "GUE ASEP, LO BISA PANGGIL SAYANG KALAU MAU HEHE" Rara bergidik ngeri. "GUE... GUE SIAPA?" "NAMA LO OPAL," ucap Gundu dan Asep bersamaan. "Oh iya hehe, makasih udah ingetin. Kadang gue lupa, karna yang slalu gue inget adalah beban saat kita semua masih idup" Mendengar kalimat akhir dari Opal membuat mata Rara melotot terkejut, otaknya mulai bekerja bergotong royong untuk membangun sebuah koneksi. Jikalau mereka pernah hidup, lalu sekarang apa? "Lo semua udah modar?" tanya Rara. "YOI. KITA ADALAH PARA SAD GHOST DARI GENERASI SIX. TUJUAN KITA DATANG KEMARI YAITU, MEMINTA PERTOLONGAN KEPADA SAUDARI RARA, RIRI, DAN RERE UNTUK MENUNTASKAN MASALAH KAMI!" "What? Masalah gue aja banyak, dan lo semua mau nambah masalah gue?" Tuing...tuing.. Para pocong itu loncat-loncat semacam kutu, untuk mendekati Rara. Sontak Rara mundur ketakutan. "Plis gue mau pingsan aja. Ternyata kalian pocong, gue pikir kalian lontong! Bye..." _______ Writer bye; Nanaw✨

More details
WpActionLinkContent Guidelines