What Happened To Perfect?

What Happened To Perfect?

  • WpView
    Reads 960
  • WpVote
    Votes 143
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 31, 2019
"Namanya Sega, orang yang membuatku membenci dunia." "Namanya Brian, orang yang tidak pernah menghargai apa yang dia miliki." Sega Alesandro dan Brian Rivaldo adalah dua ikon SMA Alamanda. Keduanya punya prestasi, popularitas, dan kepribadian memesona. Selayaknya manusia, dua pemuda tersebut memiliki rahasia yang membuktikan siapa diri mereka sebenarnya. Rahasia itu mengikat mereka dalam lingkaran masalah yang tak kunjung usai. Ketika salah satu di antara mereka memilih pergi dan melanjutkan hidup, siapa sangka jika takdir tengah memainkan skenario yang lebih besar. Sega dan Brian, dipertemukan kembali dengan masalah baru dan menyeret satu hati untuk ikut dihancurkan. Lalu, ketika keduanya sadar bahwa pemilik hati tersebut penting, apakah permasalahan di antara mereka akan usai?
All Rights Reserved
#343
sequel
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (Revisi)
  • the side evil of angels
  • F E L I S A [Lengkap✔]
  • BOCAH ITU MILIK SAYA
  • A Z H E V A N
  • Kelas A [End]

Warning ❗Plis, no copy paste/plagiat cerita orang❗sebelum membaca Vote dan follow. Semua orang mengatakan Gita adalah penyebab kematian saudara kembarnya. Tidak ada yang peduli untuk bertanya bagaimana rasanya kehilangan seseorang yang selama ini selalu berada di sisinya. Sejak tragedi itu, hidup Gita berubah sepenuhnya. Gadis yang dulu ceria kini hidup dalam bayang-bayang masa lalu, dikelilingi tatapan yang menghakimi dan tuduhan yang tak pernah hilang. Bertahun-tahun kemudian, ketika ia mulai mencoba menata hidupnya kembali, serpihan kebenaran yang lama terkubur perlahan muncul ke permukaan. Namun semakin dekat Gita pada jawaban yang selama ini ia cari, semakin ia menyadari bahwa tidak semua luka berasal dari kebencian. Sebagian lahir dari kata-kata yang tak pernah diucapkan. Dan sebagian lagi dari pertolongan yang datang terlambat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines