Hope you know🍁

Hope you know🍁

  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 21, 2020
🍁🍁🍁🍁🍁 Malam itu, rasanya aku ingin mendekapmu erat. Namun, ada hal tak kasat mata yang menahan diriku untuk merentangkan tangan meskipun ku tahu kau akan merengkuhku kembali dan membuat nafasku sesak. Ku kira akan ku dapatkan genggaman hangat jemari gagahmu sama seperti malam yang kita lewati saat berpisah sementara waktu. Rasanya ingin tertawa mendapati tubuhku yang rentan akan suhu rendah. Ternyata salah. Harap ku pupus, mendebu. "Besok aku akan pulang. " Aku begitu paham akan semua makna yang ingin kau sampaikan. Namun dengan tawa ku yang membuncah, ku jawab ucapanmu dengan kata yang tak ingin kau dengar. Kau diam. Tentu saja. Setelah waras ku kembali, Tatapan nyalang itu, aku tahu kau marah dan kecewa. Mengulang kata jika aku hanya bercanda membuatku semakin menyedihkan, aku yang terlampau kau pentingkan tak kau gubris lagi. Lalu aku terdiam seperti mu juga. Sampai saat aku sadar tak bisa lagi membuatmu menatap ku, aku menyingkir saat itu juga. Aku ingin berucap terimakasih dengan senyum merekah. Mengatakan perpisahan dengan manis. Bahkan meminta izin untuk memberitahumu jika aku rindu dikemudian hari tanpa beban dan ragu. Tapi nyatanya mengucap maaf dengan benar pun tak dapat kulakukan. Aku marah. Terlampau kecewa. Aku benci kau diamkan. Jantungku rasanya membludak bahkan saat kepergianku kau masih saja menatap ponselmu. Aku egois, memang. Diriku salah, namun dengan keras aku lebih menyalahkanmu karena ketidakpedulian mu. Bahkan pada detik terakhir aku mencoba merangkai kata maaf. Mungkin esok, kau hanya akan menganggapku seperti setahun yang lalu. Bukan siapa-siapa. Maaf, dengarkan aku. Jangan biarkan aku menyakiti kita berdua. 🍁🍁🍁🍁
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JAM 3 SORE
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • Darrel My Bad Husband [Terbit]
  • RETAK
  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • [END] Blind Rainbow
  • AlbiSer [End]
  • Rintik Hujan
  • WHO ?

JANGAN LUPA FOLLOW DAN VOTE SETELAH MEMBACA‼️ 🌥️🌥️🌥️ Jam tiga sore. Hujan turun pelan-pelan. Langit kelabu, suara kelas yang riuh, dan satu orang yang selalu duduk di belakangnya. Berisik, nyeleneh, dan nyebelin. Tapi entah kenapa Naya tak pernah terganggu sedikit pun. Naya tidak tahu kapan tepatnya Aksa mulai masuk ke pikirannya. Mungkin sejak kertas origami berbentuk kodok itu muncul atau tulisan miring Aksa yang berkata "Ini nggak bisa menggonggong, tapi bisa lompat ke hatimu." Awalnya dia mengira Aksa hanya cowok absurd yang suka gambar bebek pakai helm di dinding toilet sekolah. Tapi lama-lama... langkah kakinya jadi yang paling ia kenali. Diam-diam jadi yang paling ia tunggu. Mereka bukan kisah cinta yang gegap gempita. Tidak ada janji manis. Tidak ada gombal yang bikin meleleh, hanya obrolan aneh yang bisa membuat rindu terus bertahan. Membuat perasaan tumbuh seperti hujan-pelan, tapi pasti meresap. Kisah mereka cuma tentang momen-momen kecil yang ternyata besar. Tentang sosok yang nggak sempurna, tapi justru bikin dunia seseorang terasa lebih hidup. Tentang pertemuan yang tak disengaja, kenangan yang tak bisa hilang, dan jarak yang kadang hadir bukan karena ruang, tapi karena waktu dan keberanian yang tertunda. *********** Selamat menelusuri jejak rasa yang tak pernah benar-benar pergi. Selamat membaca-semoga kamu temukan dirimu di sela-sela kisah ini. Jangan lupa tinggalkan jejakmu-vote, komen, dan bagikan kisah ini agar rindu tak hanya menjadi milik kita ❤️ NOTE : DILARANG PLAGIAT‼️

More details
WpActionLinkContent Guidelines