Story cover for Pulang by Asmiyanci
Pulang
  • WpView
    Reads 790
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 12
  • WpView
    Reads 790
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 12
Ongoing, First published Dec 01, 2019
"Tak mengapa seperti ini, tak mengapa juga dengan sikapnya. Asal dia benar-benar pulangku." -Dianara Lantana Bratadikara

"Egois tidak menjadi masalah, asal itu tentangnya." -Rayi Aresatya

"Aku tidak mau mengulang kesalahan yang kedua kali. Cukup sekali saja aku kehilangan dia, tidak kali ini." -Pandji Rasendriyah Dhananjaya

Ini tentang bagaimana sesorang bertahan ketika kenyamanan baru datang dari orang yang berbeda, atau saat orang dari masa lalu ternyata masih punya tempat.
All Rights Reserved
Sign up to add Pulang to your library and receive updates
or
#590pertunangan
Content Guidelines
You may also like
Yogyakarta Mendarah by locematcha
22 parts Ongoing
❝Shakuntala, di penghujung harimu yang melelahkan, aku harap tanganku, bahuku, dan pelukanku akan menjadi tempat ternyamanmu untuk pulang. Tapi maaf jika di penghujung harimu yang lain, aku tak lagi bersamamu di sini. Kamu tahu, manusia itu datang dan pergi, kamu tidak bisa menahan mereka selamanya di bumi. Maaf, maaf karena pada akhirnya aku pamit undur diri dan perpisahan itu tidak dapat kita hindari lagi. Sampai jumpa di lain hari yang lebih indah, dengan senyum yang merekah lebih dari bahagia, Shakuntala.❞一 Maheesa Djayarinka Laskara Sastra. ❝Maheesa, setelah kamu pergi, Jogja dan semua tentangnya tak sama lagi. Tak ada pelukan hangat darimu lagi, tak ada genggaman erat tanganmu lagi, tak ada bahu bersandar untukku lagi, dan tak ada rumah paling nyaman untukku pulang lagi. Hingga di penghujung hariku tanpa kamu, ketika kisah kita tak lagi sehangat rengkuh, aku pernah berkata padamu, kita adalah satu. Maka padamu, pulangku menuju.❞一Shakuntala Dimitri Mandalingga. Kepada : semesta tanah Yogyakarta, buku ini menceritakan perihal kehilangan-kehilangan pilu, masa lalu yang menciptakan fana semu, dan reluk di penghujung rindu yang ingin menyatu. Tokohnya adalah dua frasa rumpang yang tak pernah rampung, menjadikan Yogyakarta sebagai kota yang berkabung. Selamat berlabuh di cerita Yogyakarta mendarah, kalian akan diperkenalkan kepada Maheesa dan enam temannya yang memiliki cerita berbeda-beda. Jangan lupakan Shakuntala, puan belahan jiwa, kalau kata Maheesa一Tuan Yogyakarta dan sejuta luka di hidupnya.
You may also like
Slide 1 of 10
RUMAH KECIL ITU by : Plavana cover
Mr. Perfectly Fine [COMPLETED] cover
RESTORASI cover
Your Home [COMPLETE] cover
Permata Bening Sang Abii cover
My Obsession (Chika×Ara) cover
Yogyakarta Mendarah cover
Miss Gladys  ( 1# Teacher Series ) cover
delapan figura  cover
Traces of Pain, Steps to Bliss: A Love Story That Found Its Home cover

RUMAH KECIL ITU by : Plavana

52 parts Ongoing

FOLLOW : @wattpad_plavana03 [Janlup follow dan vote ya! Biar tau kalau update cerita terbaru] Untuk kita, yang dipaksa ikhlas ketika sesak, dan dipaksa mati dalam cerita sendiri. "Kemana perginya mereka?" "Pergilah disaat kamu senang, dan datanglah disaat kau membutuhkan cahaya. Sama seperti bintang yang menerangi langit gelap, disaat rembulan tak kunjung datang." -Elektra Pramoedya. "Semua manusia itu egois. Yang membedakannya hanyalah kadarnya" -Xayara Rayana Deamore. "Dunia itu baik. Bagai tokoh yang memakan hal buruk dalam diri manusia. Namun, aku adalah makanan yang membuat tokoh itu alergi." -Eunio Astrazna Reberturs. "Aku adalah rembulan yang akan menerangimu dengan bentukku yang berbeda." -Adarano Hwenzania Qwertynus. HIGHEST RANK : #1 in Pramoedya #1 in Rumah Kecil