AKU
  • WpView
    Reads 77
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 4, 2020
"Hari ini biarkan aku bercerita bagaimana proses melupakanmu. Bagaimana senyum bahagiaku, telah bekerja keras untuk menutupi mata sembab yang kamu hadirkan, usai lelah berurai air mata semalaman. Dan aku pikir cukup berhasil, setidaknya sampai hari ini. Sampai kata "hai" darimu disudut lorong tadi, membuatku harus kembali melupakanmu dari awal lagi." 🚫TYPO BERSEBARAN DIMANA MANA, JADI MOHON MAKLUMI:V🚫 -Bahasa bebas, Kalo ada yang kasar jangan di tiru, Ikutin yang Baek Baek ae, Kalian tu masi ana ana:v- . . . . 📹CERITA BUAT SENDIRI, NO COPY COPY CLUB📹 ~Jadi jangan copy cerita aku yak-!~ Segitu aja dari author, Jangan bosen sama ceritanya, Selagi punya kuota tetep up kok:) ❤HAPPY READING❤
All Rights Reserved
#163
sadness
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aerilyn
  • Crazy Girl (Hiatus)
  • Bad Attitude
  • WHO ?
  • Abarasha [End]
  • THE WAY OF LOVE [ REVISI ]
  • Look At Me!!!                                            [Follow Sblm Membaca❤]
  • Don't Give Up
  • SANDI & FANYA
  • Darrel My Bad Husband [Terbit]
Aerilyn

Aerilyn bellvania meise. Aku selalu tersenyum ketika memandangmu, tetapi di dalam hatiku berkata. Inilah seseorang yang dulu selalu keperjuangkan dengan segenap jiwaku, dan kini sang waktu telah jauh meninggalkan kita. Kini kau bukan lagi milikku, kini kau telah berada di tempat yang jauh lebih baik. Sebuah tempat yang telah menjadi takdirmu dengan semua berkah dan kenikmatan dari-Nya, itulah yang pantas untukku. Kini waktu telah menjawab sebuah pertanyaan klasik, aku bukan yang terbaik untuk dirimu. Maka lanjutkanlah langkahmu, tetap tersenyumlah seperti itu. Aku akan tetap bahagia di sini apabila aku bisa memandang kau bahagia di sana. Mataku nanar melihat batu nisan bertuliskan orang yang kucintai, deraiku tak bisa ku tahan sehingga kubiarkan jatuh di tanah bersama tetesan lain dari langit Kata-kata dulu yang pernah ku ucapkan kepadamu kini hanyalah tinggal ilusi. "Lo tenang aja, gue gabakal ninggalin tanggung jawab. gue bakal ada disisi lo sebisa yang gue mampu. Lo gausah khawatir, gue akan selalu sayang sama lo hari ini, besok dan seterusnya." Aku merindukanmu, air mata ini tak dapat ku tahan lagi. Aku benar-benar merindukanmu. Buat readers jangan lupa vote dan kritiknya😊 CERITA AKAN DIREVISI SETELAH TAMAT! Update hari Minggu! {{{{{ON GOING}}}}}

More details
WpActionLinkContent Guidelines