Story cover for Memories by ZoeHanaHutabalian
Memories
  • WpView
    Reads 121
  • WpVote
    Votes 31
  • WpPart
    Parts 6
  • WpView
    Reads 121
  • WpVote
    Votes 31
  • WpPart
    Parts 6
Complete, First published Dec 02, 2019
Malaikat?
Kata ibu. Malaikat itu benar-benar ada dan selalu bersama-sama dengan kita untuk terus melindungi kita walau dari jauh.
Tetapi...
Apakah aku hanya bermimpi bertemu dengan nya?
Apa aku hanya berkhayal bertemu dengan malaikat? Karena aku merasakan dia seperti malaikat yang tiba-tiba muncul di kehidupanku.
Dulu aku pernah berjanji pada ibu untuk tidak menangis tentang apapun masalah yang aku hadapi dan selalu harus bisa menjaga adikku apapun yang terjadi.
Tapi ibu pernah berkata "Menangislah, tangisilah dirinya, tak akan ada seorangpun melarangmu melakukannya, itu hakmu," itulah kata-kata ibu yang menyadarkanku bahwa ibu sudah mengetahuinya sejak awal.
All Rights Reserved
Sign up to add Memories to your library and receive updates
or
#643memories
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Embun di Ujung Semanggi cover
Angel To Raya (END) cover
SSS [1] Pengagum Langit ✔ cover
Yes, That's Love cover
The Broken Crown (END) cover
HARUSKAH KU PERGI cover
Perjodohan cover
Perfect [Na Jaemin] [✔️] cover
MERAIH CINTA DI PENGHUJUNG AYAT cover
Tears In Heaven cover

Embun di Ujung Semanggi

40 parts Ongoing

Aslan kembali setelah enam tahun, sebagai orang yang tak pernah Lea kenal. Gerak-geriknya masih lembut, senyumnya tetap bisa memanaskan pagi yang dingin, tapi sorot matanya menyimpan musim yang berbeda. Seolah ada badai yang sudah lama reda walau belum sempat dilupakan. Aslan menjadi teka-teki yang tak ingin dipecahkan, dan justru karena itulah hati Lea tergelincir padanya. Lea tahu: ada perasaan yang seharusnya tak tumbuh di antara akar persahabatan. Tapi rasa itu hadir seperti embun di ujung daun semanggi-tak diminta, tak dirancang. Seindah harapan kecil yang tak pernah dijanjikan akan bertahan. Aslan yang dulunya magnet bagi masalah, kini menjadi benteng perlindungan Lea. Dan Lea hanya ingin satu hal: kejujuran, sepahit apa pun itu. "Aku gak bohong waktu bilang kalau kamu perempuan paling keren yang pernah kukenal. Wajar, aku suka kamu. Apa menyukai kamu itu suatu kesalahan-atau satu-satunya kebenaran yang masih tersisa dari kita?" Judul sebelumnya: Jakarta's Hidden Melody