KIM ANNA & BTS

KIM ANNA & BTS

  • WpView
    Reads 10,926
  • WpVote
    Votes 761
  • WpPart
    Parts 26
WpMetadataReadComplete Fri, May 15, 2020
Seorang gadis yang cantik harus merelakan pendidikan dan bekerja keras demi menghidupi keluarganya. Tapi ayahnya malah ingin menjualnya kepada bos besar. Dan bertemu dengan boyband terkenal. Dan parahnya menjadi rebutan? Bagaimana nasib gadis itu? Bagaimana bisa dia bertemu dengan boyband itu? Dan bagaimana bahwa kakaknya adalah salah satu member boyband itu? Bagaimana dengan keluarganya? "Bisakah kau belajar mencintaiku?" "Karna aku tidak ingin melihat seseorang yang aku sayang menangis." "Aku menyukaimu bukan karna kau mirip dengan mantanku." Skuyy baca aja yaa. 🚫TYPO moonmaap🚫
All Rights Reserved
#2
rapmonster
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • WHY DOES MY BROTHER HATE ME?  [REV] √
  • My Twin (END)
  • BigHi(ro)t✓[BTS&TXT×Reader]
  • Love In Silence [JinKook]
  • [✔] Karma •Kim Younghoon✔
  • Bangtan High School (BTS Fanfiction)
  • New horizon/ taekook
  • THE CEO (Tamat) ✔️
  • BestFriend [REVISI] - BTS BROTHER (END)
  • Nan Gwaenchana

⚠️DALAM TAHAP REVISI ⚠️ [SUDAH TAMAT] FOLLOW TO READ READER!!! Sejak kepergian kedua orang tuanya dalam sebuah kecelakaan tragis, kehidupan seorang gadis muda berubah menjadi mimpi buruk. Ia tinggal bersama ketujuh kakaknya-orang-orang yang seharusnya menjadi pelindung dan penghibur, namun justru menjadikannya kambing hitam atas kehilangan mereka. Tanpa bukti dan tanpa alasan yang masuk akal, ketujuh kakaknya menuduhnya sebagai penyebab kematian orang tua mereka. Hati yang dulu penuh kasih berubah menjadi bara amarah yang terus membakar, menciptakan jurang dalam keluarga mereka. Gadis itu hidup dalam bayang-bayang rasa bersalah yang tak pernah ia pahami, terpenjara oleh luka yang ditinggalkan oleh keluarga sendiri. "Apa salah ku?" ucapnya dengan suara lirih, tak mengerti mengapa ia harus menanggung semua ini. "Oppa, maafkan aku... hiks." "Arghhh! Jangan siksa aku lagi!" teriaknya dalam ketakutan, tubuhnya gemetar setiap kali langkah kaki para kakaknya mendekat. "Oppa... tolong aku... bantu aku... hiks..." "Eomma... Appa... aku rindu... bawa aku pergi... hiks..." Hanya rasa rindu yang menjadi temannya setiap malam. Rindu akan pelukan hangat sang ibu, dan suara tenang sang ayah. Di tengah gelapnya kebencian yang terus membayangi, apakah masih ada secercah harapan untuk gadis kecil itu menemukan cahaya dan kasih yang hilang?

More details
WpActionLinkContent Guidelines