Senja Kelam

Senja Kelam

  • WpView
    MGA BUMASA 275
  • WpVote
    Mga Boto 6
  • WpPart
    Mga Parte 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Wed, Dec 4, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Aku adalah anak dari kyai yang barbar. Pakaianku banyak yang bilang tidak seiras dengan kelakuanku. Hatiku yang rapat, mampu diregangkan oleh laki laki egois. Yang kelak menjadi penolong maksiat. Aku menangis. Air mataku menyiratkan sebuah sesal. Masih SMA, tapi sudah terbebani oleh perkara hati ke hati. Aku tertegun, mukaku datar, tatapanku kosong. Dia mati terbunuh olehku, meskipun aku tidak menyentuhnya. Aku tidak tahu menahu tentang ini. Cintaku sudah kacau, mungkinkah dia bisa memperbaiki ?
All Rights Reserved
#483
dramatis
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • [SB I] Terperangkap Dalam Tanya [COMPLETED]
  • ReinSheria [COMPLETED]
  • Semu [Completed]
  • Surat Untuk Takdir [ ON GOING ]
  • I Love You
  • semesta membatu
  • KHALISA🖤
  • From The Eyes
  • Doa Untukmu ✓ END

[SUDAH TAMAT] Pernah dengar kata menunggu?. Tentu pernah bukan?. Namun banyak orang yang terkadang sangat lemah dan sering mengeluh saat menunggu. Bagaimana jika ku katakan menunggu itu indah? Mengapa? Karena kupikir dengan menunggu akan selalu ada rasa terselip, yaitu rindu. Mengapa aku menyukainya? Jawabannya adalah karena dengan rindu, pertemuan dengan seseorang yang ditunggu akan terasa lebih indah bahkan hanya dengan satu tatapan. Aku tahu, kata orang tatapan adalah panah terdahsyat syetan bagi orang yang tidak diperbolehkan untuk menatapnya. Namun apalah dayaku yang hanya seorang gadis faqir ilmu dan faqir amaliyah ilmu. Aku tahu yang dilanggar namun terkadang aku tetap saja melanggar. Aku tahu yang diperintah namun terkadang tetap saja menyanggah. Malam terlalu pekat hari ini, bahkan hingga satupun bintang tak ada yang terlihat. Sepertinya ia tahu akan rinduku. Tapi ku harap rinduku biarlah jadi rahasia hatiku dan Allah, agar tak perlu ada hati lain yang tersakiti oleh rindu ini. Masih tentang dialog yang sama yang ku katakan pada Allah. Tentang do'a untuk orang tua, untuk keluarga, untuk seluruh muslim dan muslimat, untuk mukminin dan mukminat, dan untuk satu orang yang terselip. Orang yang pernah, bahkan masih mengisi hatiku sampai saat ini. Aku tak tahu bagaimana wajahnya sekarang, tapi wajah kecilnya saat itu masih terpotret dengan jelas dalam memori ingatanku. Entahlah bagaimana aku bisa mencintainya, padahal jika menurut logika aku hanya terlalu serius menanggapi omongan anak itu. Nadhira Nur Azmi ,,, Ig ; @baitsnf Yt ; @Baits_

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman