My Partner In Sex [Re-Upload]

My Partner In Sex [Re-Upload]

  • WpView
    Reads 849,011
  • WpVote
    Votes 3,388
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadMatureComplete Sat, Jun 25, 2022
[Private Secara Acak! Harap Follow Terlebih Dahulu] (BANYAK KATA-KATA KASAR DAN MENGANDUNG UNSUR 21++) [HARAP BIJAK! AUTHOR TIDAK BERTANGGUNG JAWAB] "Bagaimana jika kamu menjadi PARTNER SEX saya?" tawar seorang pria dengan tatapan mengintimidasi. "Cih! Kamu fikir aku JALANG! Lagi pula apa untungnya untuk ku?!" sinis wanita dihadapan pria itu sambil menekan kata JALANG. "Untungnya? hmmm, kamu puas dan aku pun begitu!" ucapan santai keluar dari bibir sexy pria itu. "Ciuh! Lebih baik saya MATI daripada harus menjadi PARTNER SEX anda!" ucap wanita itu dengan menekan kata mati dan partner sex, lalu pergi meninggalkan pria dihapannya. "Menarik!" gumam pria itu sambil terus menatap kepergian wanita incarannya. Bagaimana kisah mereka berdua? Apakah wanita itu menerima tawaran untuk menjadi partner sex? Kebayang ga sih kalian kalau wanita itu cuma buat sex doang? ~~~ ©COPYRIGHT by YantiBiie17 (Slow Update)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cuddling Myself
  • Strange Matchmaking
  • Bastard Devil [#TDS1] (Repost)
  • Coffee and Us
  • Cold Devil [#TDS2]
  • [END] Behind The Moment

"Aku mau tidur sama Kakak!" teriak gue sebelum laki-laki itu pergi dari kamar ini. Ya katakanlah gue udah gila karena nerima tawaran buat tidur sama dia gitu aja. Terus apa yang gue dapet? Sudut bibir laki-laki itu tertarik ke atas. Hanya dengan matanya, gue sudah ngerasa dilucuti lewat tatapan tajam dia itu. "Sebucin itu lo sama gue?" tanya dia sambil mandang remeh ke arah gue. "Kakak ngasih pilihan..." menjeda pelan, gue neguk ludah kasar. "Dan pilihan aku adalah tidur sama Kakak," lanjut gue. Terserah dia mau bilang apa, yang penting gue juga dapet apa yang gue mau. Laki-laki bertubuh jakung dengan badan proposional itu berjalan ke arah gue yang sekarang lagi duduk di tepi ranjang. Tubuhnya membungkuk, memajukan wajahnya hingga membuat tubuh gue sontak mundur ke belakang. Namun tangan laki-laki itu justru nahan punggung gue. Mata gue melotot waktu ngerasain tangannya bergerak mengelus pelan punggung gue, dengan wajahnya yang semakin maju. Gue bahkan sudah nahan napas saking ngga siapnya dengan sikap dia itu. Jantung gue berdebar kencang seakan lagi ada pesta di dalam sana. "Lo tahu tidur yang gue maksud, ngga akan seindah tidur yang lo impikan." Dan gue tahu, sedari awal gue ngga pernah nyesel sama pilihan gue. Karena kehilangan dia, jauh lebih buruk dari pada penyesalan yang menanti di ujung sana. ••••••••• Story Written by Glynis Awnthera October 9th, 2020

More details
WpActionLinkContent Guidelines