Assalamualaikum, Istriku

Assalamualaikum, Istriku

  • WpView
    Reads 5,310
  • WpVote
    Votes 375
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 28, 2023
WpInfo
Fiction
Social Themes
•Sequel of Cinta Seorang Mualaf• Lima tahun bukan waktu yang singkat untuk melupakannya. Butuh keyakinan yang sangat kuat untuk menepis rasa yang pernah bersemayam di dalam hati dan pikiran. Sampai suatu ketika, kamu merubah semuanya. Kamu dengan lancang masuk ke tempat yang sudah saya tutup rapat. Kamu yang membuat hati dan pikiran saya berubah. Kamu, yang kini menjadi istriku.
All Rights Reserved
#661
halal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SR 2 : PERNIKAHAN IMPIAN (FIN✔)
  • REVAN [SELESAI]
  • After Ten Years
  • My Sweet Imam [SELESAI]
  • Our Love Story
  • Cinta tak harus di alam Yang sama
  • Sebuah Usaha Mencintai [TAMAT]
  • Cinta tak keliru (END)
  • Ikhwan Mualaf
  • Ternyata Kamulah Lauhul Mahfudz Ku
  • SYAQIL (Kuliah Tapi Nikah) || TERBIT✓
  • Dua Kalimat Syahadat (Revisi)
  • Ingkar 🌿|| Ending
  • Love Till Jannah [END]
  • Bait-bait Do'a Ku
  • Ikhwan [SELESAI]
  • Alur Bersamamu [Complated]
  • Perjalanan Halal (SELESAI)
  • Menunggu Halal Bersamamu

Ini bukan sekuel, ini kisah sebuah rasa yang berbeda. Pernikahan impian sebagai akhir sebuah rasa. Pernikahan adalah muara dari sebuah rasa yang hadir. Sebuah ikatan suci yang dihiasi janji kepada sang pemilik hati. Janji setia sehidup semati, tapi bagaimana jika sebuah rasa dalam pernikahan di uji? Bisakah sepasang anak manusia itu mempertahankan pernikahan mereka? Bagaimana usaha mereka untuk menepati janji pada sang pemilik hati? "Dia membutuhkanmu kak, nikahilah dia. Aku ikhlas bermadu dengannya.." "Kenapa harus seperti ini kisah cinta kita? Aku hanya ingin dirimu, kenapa kau justru meminta menikahinya?" "Maafkan aku hadir dikehidupan kalian, tapi aku bingung harus minta tolong pada siapa lagi? Sekali lagi maafkan aku..."

More details
WpActionLinkContent Guidelines