Senja Milikku

Senja Milikku

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 24, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
" berarti elo beruntung dong ketemu gue? Dan bisa dibilang gue itu berharga banget kan buat elo? " kata Dava. Nada bicaranya menunjukkan kesombongan tingkat dewa dan ekspresi tampannya. Hal itu selalu membuat Zha jijik dan ingin memukul Dava. " kalo udah tau gitu ngapain tadi sok-sok an mau ninggalin gue? Lo beneran mau ninggalin gue, iya? "selidik Zha. Ekspresinya masih dibuat kesal oleh sikap Dava. " ya... Itu tadi gue cuma mau ngetes lo aja. Kalo elo bener-bener nganggep gue sebagai sahabat apa enggak. Dan buktinya elo ngejar gue kan? Dan gue juga nggak bakal ninggalin elo kali. Santai aja " bela Dava. " iya iya... " kata Zha masih dengan raut wajah sebalnya. " ya udah jangan sebel lagi dong! Senyum gitu. Apa nggak tahu caranya senyum? Sini gue ajarin! Senyum tuh gini... " bujuk Dava. Dia memperlihatkan deretan gigi putihnya dan membuat senyum termanis versinya. Hal itu membuat Zha tertawa, " apaan sih Dav, receh banget. Kalo cuma senyum ya bisa lah " " nah kalo ketawa gitu kan enak jadinya. Nggak kayak tadi, diem aja terus " kata Dava. Dia menyeruput teh hangatnya yang tinggal sedikit itu. Suasana seperti inilah yang diinginkan Dava. Tertawa lepas seperti biasanya, bukan seperti dua hari belakangan ini. Entah kenapa dia sangat bahagia melihat Zha tertawa. Dan suasana sepi di kedai pinggir jalan itu terasa damai untuk Dava. Ditambah lagi dengan keadaan tenang karna pengunjung kedai yang hanya segelintir.
All Rights Reserved
#3
zha
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • CINTA SELEBGRAM DAN TUAN CEO (SELESAI)
  • Aksara Nifa [End]
  • KITA DAN SEMESTA
  • DeaSea
  • My Badboy Boyfriend
  • Naughty Nanny
  • Misi Kalisa (End)
  • YES, BOSS ! (SELESAI)

"Itu mantan lo," ucap Tita, mencoba memastikan. "Ya, dia si brengsek itu," Tita melirik Linggar, "Dia makin tampan Ling," gumam Tita. Linggar mengerutkan dahi dan melirik Tita, "Tampan dari mana," "Sumpah sekarang dia lebih hot," Linggar yang mendengar itu reflek memukul kepala Tita. "Awww, sakit Ling," ucap Tita mengelus kepalanya. "Apa maksud lo ngatain dia hot, lo enggak liat dia seperti keluar dari goa, tambah item," "Kalau dia keluar dari goa, gue orang pertama yang akan tinggal di goa. Siapa tahu banyak makhluk tampan seperti dia," "Gila lo," "Ya, emang dia lebih hot yang sekarang, dari pada yang dulu," "Lo bener-bener," dengus Tita. "Gue ngomong kenyataanya Ling," "Bodo amat, lo pacaran aja sama dia," "Kalau dia mau, gue mau lah, enggak peduli deh, dia bekas lo," "Yaudah ambil sana," ucap Linggar kesal.

More details
WpActionLinkContent Guidelines