Ila Mata

Ila Mata

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 2, 2019
"Anak siapa ini Tya?" "Jaga dia, untukku," pintanya. Udara sore hari begitu kencang hingga menerbangkan beberapa helaian rambutnya yang tergerai tanpa penghalang hijab. "Tap," "Dia putriku ... Amira." Degh .... Aku tak ingat apa yang terjadi selanjutnya namun kini Tya-sahabatku pergi dari jangkauan mata meninggalkan bayi mungil di pangkuan ku. Di saat bersamaan 3 minggu lagi adalah pernikahan ku. -Sesungguhnya Allah tak kan membebani suatu kaum tanpa melewati batas kemampuannya.-
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Coming Home (CABACA.ID)
  • Turun Ranjang
  • TANGISAN TERAKHIR
  • Air Mata Cinta Di Teras Surga ( SELESAI )
  • KHODIJAH (SELESAI)
  • ASAVELA KIARA
  •  The Secret Of Love(lingorm)
  • Istri Sah Ikky [B×B]
  • Be Mine [Terbit]
  • A Bittersweet farewell  ( Sudah Lengkap Mari Di Baca)

AMIRA Lima tahun sudah aku menata hati setelah perceraian yang menyakitkan. Aku siap membuka lembaran baru bersama seseorang yang aku harapkan tidak akan menorehkan luka lagi. Tanpa pernah kusangka, mantan suamiku pindah ke Yogyakarta bersama putri kecilnya yang menjadi muridku. Kehadiran mereka mau tak mau membuka kembali luka yang susah payah kututup. Namun, mengapa perlahan bidadari mungil itu membuatku... jatuh hati? Tidak, aku tidak mau jatuh ke lubang yang sama. Hanya saja, aku tidak bisa menghindari ketika hatiku tergugah melihat perubahan sosoknya, jauh dari dirinya yang dulu. Tetapi, aku terlalu takut terluka lagi. Dan, aku tidak mau menyakiti hati yang lain. RAYHAN Aku pernah berada di atas. Namun, aku tidak pernah tahu akan adanya angin kencang yang menghempaskanku begitu saja. Aku kehilangan semuanya. Putriku adalah sumber kebahagiaanku satu-satunya. Setelah semua berantakan, kuputuskan membawa putriku pindah ke Yogyakarta. Tanpa pernah kuduga, di sana aku bertemu dengannya, mantan istriku yang kini menjadi guru putriku. Kedekatannya dengan putriku membuatku terenyuh. Aku berusaha mendapatkan maafnya, hingga tanpa sadar aku menginginkannya kembali. Tetapi, aku tahu diri, aku tidak bisa menjanjikan apa pun. Dan, mungkin kebahagiaannya bukan bersamaku. Awards: - Buku fiksi rekomendasi Koran Jakarta, 2011 - Buku Fiksi Pilihan Bedah Buku & Pameran KBRI Swiss, 2011 - Nominee 10 Besar Buku Fiksi Favorit Anugerah Pembaca Indonesia, 2011

More details
WpActionLinkContent Guidelines