LEARN TO RISE  [On Going]

LEARN TO RISE [On Going]

  • WpView
    Reads 1,951
  • WpVote
    Votes 598
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 18, 2021
[Romance & comedy] Ketika seseorang datang di kehidupan kita maka kamu harus siap dalam segalanya,karna dia datang bukan hanya untuk memberi cerita indah nya saja, melainkan dengan cerita yang menyedihkan.karna sedih dan bahagia datang nya satu paket. Kehilangan,adalah hal yang sangat kita benci,apalagi seseorang yang sangat kita sayangi.dengan kehilangan faktanya bisa merubah seseorang menjadi buruk atau Menjadi lebih baik,tapi kebanyakan menjadi baik. Seperti kisah asmara khaliza Khaliza tak menyangka jika cinta nya kandas begitu saja,padahal dirinya sudah sangat siap menjalani hubungan ke jenjang yang lebih serius lagi,bahkan dirinya telah menyiapkan konsep pernikahan impiannya bersama sang kekasih tercinta,namun manusia memang pada dasarnya hanya bisa berencana.takdir tidak berpihak kepadanya Hubungannya harus kandas di ujung jalan,membuat dirinya tak menyangka,bahkan dia merasa kalau ini adalah sebuah mimpi buruk,khaliza berharap dirinya segera terbangun dari mimpi buruknya ini.namun pada kenyataannya ini bukanlah mimpi tapi sebuah kenyataan pahit yang terjadi di dalam kehidupannya Kegagalan membuat dirinya patah hati,kecewa,terluka,terpuruk dan karena kesakitannya membuat kehidupannya berubah 360 derajat Khaliza yang ceria,aktif,selalu tersenyum seakan semuanya hilang begitu saja,semuanya hilang bersama dengan kepingan hatinya yang telah hancur Namun setelah sekian lama dirinya berada di dalam keterpurukan,khaliza menemukan setitik cahaya yang membawa nya kedunia yang baru. yang membuat dirinya bangkit dari rasa sakit dan keterpurukan nya Walaupun rasa sakit itu terus ia rasakan di setiap waktunya.namun dirinya sudah bertekad untuk LEARN TO RISE. Penasaran cerita lengkap nya seperti apa? Yuk chek to my story Jangan lupa tinggalin jejak komentar kalian dan vote terus biar author nya semakin semangat Happy reading ♥️ Penting! Mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan, author nya pemula hehe. Semoga kalian suka ya.
All Rights Reserved
#184
ganteng
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Nakula
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Prahara Lamaran [END]
  • Salah Status

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines