Memori Hujan

Memori Hujan

  • WpView
    Reads 387
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 23, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
"Masalahnya, dia siapa??" Swara ingin sekali menoyor kepala adiknya itu. Masih pagi, tiba-tiba Memori minta menikah dengan seseorang. Kening Memori berkerut. Matanya menghujam meja. "Siapa namanya?" "Enggak tau." "Rumahnya di mana?" "Enggak tau." "Kamu punya kontaknya? Media sosialnya??" "Enggak tau." "Nah!" Swara kini yakin, Memori sedang tidak waras. "Trus kamu mau nikahin siapa?!" Memori menunduk lemas. "Dia..." "Ngelindur!" Memori tidak begitu ingat bagaimana ia mulai menyukainya. Ia hanya meyakini, pria itu adalah takdirnya. Seperti tanah yang tersirami hujan semalam, kemudian esoknya sudah muncul rerumputan. Rasa Memori tumbuh dengan cepat tak terkendali. "Dia..."
All Rights Reserved
#809
klasik
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Regards, Natashira (END)
  • Dijodohkan dengan Adik Suamiku
  • Apakah Kita Bisa Bertemu (Lagi)
  • CRAZY MARRIAGE [Selesai]
  • A New Beginning
  • Friend Of All Things ✓
  • Perjodohan Paksa [Mingyu-jihyo]
  • Bukan Sekedar Pelampiasan Amarah.

"Kedatangan saya kemari, berniat untuk melamar anak bapak dan ibu..." ucapnya to the point, dia tidak mengerti cara lamar anak orang bagaimana. Lebih baik langsung ke inti, latar belakang nanti saja dijelaskan belakangan Sepasang suami istri itu saling pandang, "Kenapa Mas Rakta tiba-tiba datang melamar? Apa sudah kenal dekat dengan anak saya?" "Belum." "Belum sepenuhnya" Ruang tamu rumah satu lantai itu hening... suara angin masuk berlahan melalui jendela, menghempaskan gorden tipis yang sudah terikat. "mas, panggil anaknya aja" saran mamanya menepuk bahu sang suami Raka mulai menghentak-hentakan kaki gelisah, sepertinya keduanya salah kira... "Na... Shinaaa, sini nak. Ada yang datang..." Seorang perempuan yang sejak awal memang menguping pembicaraan di ruangan itu, bergegas keluar dari persembunyiannya "Bukan," Ucap Rakta memotong, membuat dua orang di depannya kebingungan, "yang saya maksud, anak bapak dan ibu yang lain," "Shira. Natashira..." Ucapannya semakin membuat sunyi seisi ruangan, "Kamu mengenal Shira? Shira sedang di Amerika, belum pernah kembali ke Jogja sudah lebih dari 10 tahun..." ucap sang ibu dengan penuh kebingungan "Saya kenal, kami satu SMA. " "Saya serius dengan niat saya ini..." "Saya serius ingin menikahi Shira"

More details
WpActionLinkContent Guidelines