INNAMA DUNYA FANA

INNAMA DUNYA FANA

  • WpView
    Reads 36
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 3, 2019
Aku sedikit heran bercampur was-was ketika ustadzah fulanah tiba-tiba mengajakku pergi. Sebab, beliau adalah bagian yang menangani kasus di pesantrenku ini. Aku juga tidak begitu dekat dengan beliau. Ada apakah? Mengapa beliau mengajakku keluar? Semoga bukan hal yang buruk. Aku mengiyakan ajakan beliau. Kucoba membuka obrolan menanyakan maksud beliau. Ternyata beliau mengajakku ke rumahnya yang tak jauh dari pesantren. Aku sedikit lega, kirain ada apa. Soalnya aku merasa tidak tersangkut kasus pelanggaran apapun. Setelah beberapa saat, rupanya ustadzah sudah menyelesaikan urusannya. Kami pun kembali ke pesantren menelusuri sebuah gang kecil. Keluar dari gang, aku melihat sebuah mobil putih yang seperti sedang menunggu. Sang pengendara keluar, ternyata beliau adalah pengasuh pesantren. Tiba-tiba beliau dan ustadzah menyuruhku untuk masuk mobil. Rasa was-was kembali menyeruak. Ada apa ini? Mengapa pengasuh pesantren mengajakku? Aku tidak berani menyakan karena segan. Aku hanya bisae mengira-ira, kemana kami hendak pergi? Dan ada apakah? Kenapa harus aku? Ups...kucoba tuk senantiasa husnuzhan. Semoga hanya seperti kejadian di awal tadi. Mungkin sekedar mau silaturahmi dan kebetulan akulah yang diajak. Dalam perjalanan, pengasuh selalu sharing denganku dalam berbagai permasalahan, hingga tak terasa akhirnya telah sampai tujuan. Tapi aku heran, bukankah ini kampungku? Dan bukankah...lho inikan rumahku? Dan, mengapa rumahku begitu ramai? Kalau ada hajatan, mengapa Abi dan Ummi tak pernah bercerita hal ini kepadaku? Kalau tidak....kira-kira ada acara apa hingga rumahku penuh sesak dengan kerumunan orang, batinku. Meski masih terheran-heran, ada sedikit kebahagian karena tak dinyana hari ini aku bisa pulang kampung, bertemu dengan keluarga dan tetangga. Bersambung...
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • A Bittersweet farewell  ( Sudah Lengkap Mari Di Baca)
  • ISTRI RAHASIA GUS ADNAN : a big secret, puzzle the game
  • Cahaya Iman Gus Berandal (on going)
  • Pahala Surgaku✓
  • "PERJUANGAN CINTA BEDA AGAMA"
  • Home (Completed) (Repost)
  • Shaffira ✔ (KBM & KARYAKARSA)
  • Jodoh Pilihan Abi
  • TEOLOGI CINTA

Pertemuan yang manis yang Tuhan rencanakan untuk sebuah waktu yang singkat namun bermakna dalam sein dengan tidak sengaja bertemu dengan anak dari teman papanya dan pertemuan kembalinya sein dengan paman nya dan sein terlibat dalam membuat kejutan rencana ulang tahun untuk anak pamannya tersayang dalam pertemuan singkat itu semua hal terjadi sebuah kekaguman kecewaan persahabatan ikatan baru yang telah lama tidak terjalin beberapa bulan sembelum sein menyelesaikan bangku sekolah menengah atasnya akankah bertemunya kembali membuat sein akan menetap di Indonesia atau berpisah untuk mengejar mimpinya di luar negeri. Sein pergi seperti biasa pada hari libur ke kebun raya Bogor, sesudah keliling keliling naik sepeda sein pun beristirahat Sambil menyantap makanannya , tiba tiba seorang gadis duduk di sebelah sambil berbicara. "Boleh minta makanannya tuan? " Sein yang keheranan pun memutar bandan , ke arah gadis itu, meskipun keheranan sein tetap membagi makanannya, terdiam sesaat sein pun kemudian bertanya. "Kau datang ke sini sendiri?" " Tidak bersama pengasuh ku dan paman supir" "Lalu dimana dia sekarang ?" " Tidak tahu, tadi aku pergi sendiri ingin membeli dan tergiur satu makanan, tapi ternyata aku tidak memiliki uang tepat aku berbalik ternyata, aku terlalu jauh pergi dari mereka jadi sekarang aku tidak tahu mereka dimana, mungkin sedang mencariku, aku tidak sanggup mecari mereka karna aku lapar, jadi aku menghampirimu untuk membagi makanan sedikit untukku" "Bagaimana jika aku penjahat?" "Tidak mungkin, muka tuan seperti orang baik, bisa diam dulu tidak ,aku ingin makan!" Sein pun diam, sehabis makan, gadis itu meminta air minum. "Boleh aku minta air nya?" " Tidak , itu bekas, apa ingin membeli yang lain" "Tidak apa apa yang ini saja"

More details
WpActionLinkContent Guidelines