Laboni
  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 3, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
"Aku adalah manusia yang paling menyedihkan. Tolong menjauhlah, aku tidak ingin mebuat kalian terjebak dalam labirin yang sama dengaku, labirin menyedihkanku." - Laboni. "Aku mencintaimu dalam hitungan detik, karena itu, aku mampu mencintaimu seribu tahun lamanya." - Chal. "Tugasku adalah membahagiakanmu. Suatu hari, aku bertemu dengannya, orang yang dapat membuatmu jauh lebih bahagia." - Hyunjae. - Tuhan tidak pernah mengizinkanku merasakan kebahagiaan. Ia selalu menjebakku dalam kesulitan. Bahkan bibirku sulit untuk tersenyum. Aku sadar banyak sekali lelaki yang berusaha mendapatkan hatiku. Tapi, untukku semua lelaki sama saja. Hanya menyakiti hati, bukan. Tiba-tiba Tuhan menghadapkanku dengan dua orang lelaki yang berbeda dengan lelaki yang lainnya, apakah ini hanya mimpi indah yang diberikan Tuhan untuk sementara? Atau, mungkinkah salah satu dari mereka yang akan menjadi sumber kebahagiaanku?
All Rights Reserved
#212
kelinci
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I MEET YOU IN THE OVER MOON (DEALOVA)
  • TENTANG SEPASANG
  • COMPLICATED
  • AIR MATA AWAN || YU JUNWON
  • AREGAN
  • L A R A (Falling and Love) ✔
  •  ANATHA
  • FEARLESS || JAYISA
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  • Lembar Terakhir Surat Untuk Dika

Jika saja kita diberi kesempatan untuk mengubah masa lalu? Hal apakah yang akan kalian ubah?. Bukankah kedamaian dan kebahagiaan adalah impian bagi semua orang yang menjalani hidup di dunia ini? Satu satu nya jalan untuk bahagia adalah, Lova harus mengikhlaskan semua hidupnya kepada Tuhan , gadis berwajah manis ini harus rela kehilangan segalanya termasuk kekasihnya, Steve. Dan bahkan di penghujung hidupnya, masih saja masalah datang untuk menghancurkan senyum manisnya . "Lova? Tersenyumlah, aku menyukai senyumanmu-" . Steve Lian.

More details
WpActionLinkContent Guidelines