That Should be Me

That Should be Me

  • WpView
    Reads 346
  • WpVote
    Votes 73
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 7, 2020
"Mau kemana?" Erik menahan tangan Tara dan menggenggamnya erat sebelum gadis itu melangkah keluar "Mau balik ke kahyangan" jawab Tara Sambil menjulurkan lidah dan raut muka mengejek "Haha lucu" Erik berkata sinis tapi tetap menggenggam tangan itu erat dengan sorot matanya menatap Tara dalam. Erik memainkan genggaman tangan mereka, mengayun ayunkan pelan lalu kemudian mereka tertawa bodoh bersama. Tak menyadari sepasang mata menatap hal itu dari pinggir lapangan dengan perasaan tak menentu, yang dia rasa hanya gemuruh yang tiba-tiba mengusik dada tanpa sadar dia mengepalkan tangan kuat untuk menyalurkan emosi. "kenapa selalu Erik yang bikin lo ketawa lepas kayak gitu?"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Diary Ayra: Cerita Cinta SMA
  • LOVE STORY QIANARRA
  • ARKA vs CINTA : Duel Maut Di Sma
  • Dinda Anastasya [✔️]
  • Overdramatic (END)
  • Audrey (New version)
  • [UNFINISHED] Dosen Kok Jatuhcinta? || Chanjin BL (Local version)
  • Rewrite The Star || NCT WISH {END}
  • Perfect Night [Hyunlix] 21+

Masa SMA selalu identik dengan cerita cinta pertama-manis, sederhana, dan penuh harapan. Ayra tahu itu. Karena itu, ia memilih untuk tidak terlalu berharap pada kisah cintanya sendiri. Hingga kehadiran Heksa Albara Davendra perlahan mengubah cara Ayra memandang perasaan. Dari obrolan ringan, kebersamaan sebagai sahabat, hingga rasa nyaman yang tumbuh tanpa disadari, Ayra mulai percaya bahwa hatinya tak salah memilih. Namun, cinta tak selalu datang pada waktu yang tepat. Ketika perasaan semakin dalam, Ayra dihadapkan pada kenyataan yang memaksanya belajar tentang kecewa, menerima, dan arti mencintai tanpa memiliki. Diary Ayra adalah kisah tentang cinta SMA yang sederhana, realistis, dan dekat dengan kehidupan remaja-tentang harapan yang tumbuh, perasaan yang tak selalu berbalas, dan proses pendewasaan diri di usia muda.

More details
WpActionLinkContent Guidelines