Menunggu Bulan

Menunggu Bulan

  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 20, 2024
Hal yang mustahil bukan jika Menunggu Bulan untuk datang siang hari? Malah hal yang sangat tidak mungkin karena Tuhan yang mengatur semuanya. Bagaimana jika hal yang tak pasti selalu di tunggu? Jika Menunggu Bulan yang asli sangat sulit, dan bisa di katakan hal yang tidak mungkin terjadi. Apa bisa jika Menunggu Bulan yang lain? Apa itu akan tercapai? ♡♡♡ Itulah yang di rasakan Tasya Olivia saat ini, menunggu yang tak pasti karena laki - laki itu, ya. Riva Samudera. Entah sampai kapan ia akan merubah kebiasaannya. *** Bahasa non formal, gak nyaman tinggalkan lapak ini segera!! Ini hanya kehaluan semata. Cerita ini real karangan aku sendiri. Mohon maaf jika ada kesamaan dengan cerita lain. Karena gak mungkin cerita di WP aku cek satu-satu😅 Enjoy and Have fun💜🌷
All Rights Reserved
#174
terluka
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • WUNDE ( Selesai )
  • The Rainbow is Over
  • Menunggu Bintang Jatuh
  • Bumi, Bulan, Dan Bintang (Complete)
  • Bulan Matahari
  • Rewrite My Heart [TERSEDIA DI GRAMEDIA]
  • ANTARES
  • GERHANA [SUDAH TERBIT]
  • Converge With You [On Going]

🥀Wunde dalam bahasa Jerman, berati Luka.🥀 Ini hanya secarik kisah tentang Alana Audreleya, seorang gadis yang tak pernah di berikan sedikitpun kekuatan untuk melawan kerasnya semesta. Dan suatu malam, dia di pertemukan dengan -Gevandra- lelaki yang selalu membuatnya merasa lebih hidup. Walau pada akhirnya, Gevandra pula yang memberikannya luka begitu mendalam. Karena dari segi manapun, mereka berbeda. Mereka memang berada di Amin yang sama, namun dengan Iman yang berbeda. Mereka kecewa, akan tetapi, mereka tidak bisa menyalahkan takdir. Karena mungkin itu memang yang terbaik menurut sang pencipta. Sampai akhirnya, satu persatu orang yang Alana sayangi, pergi meninggalkannya. Lalu, haruskah dirinya melawan kerasnya semesta sendiri? Atau justru pasrah untuk terus terhanyut dalam kesendirian? "Aku bersyukur dipertemukan denganmu, walau kau hanya singgah, bukannya menetap. Karena bagaimanapun, kita bagaikan Istiqlal dan Katedral. Saling berdampingan, tetapi tidak bisa bersatu." - Alana Audreleya. Start : 11 maret 2021 - Natasya Salvia

More details
WpActionLinkContent Guidelines