"kenapa kau terasa sangat tulus melayani ku, padahal tak sekalipun aku memperlakukan mu sebagaimana selayaknya seorang istri?"
"karena sampai saat ini aku masih belum melupakan hakekat untuk apa aku ada di dunia ini"
Hatiku telah memilihmu untuk menjadi penyempurna imanku, tapi hatimu telah memilihkannya untukku.
Apa hati ku akan bisa menerimanya? Terlalu sulit untuk melupakan apa yang telah ku pilih untuk akhirnya ku tinggalkan