VINRELIA
  • WpView
    Reads 76
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureComplete Fri, Jan 10, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Aurel yang berdiri sedikit berjinjit berharap buku yang yang dipegangnya bisa sampai rak tersebut, namun pergerakannya terhenti saat sebuah tangan besarnya mengambil alih buku tersebut. Aurel menoleh melihat siapa pemilik tangan tersebut yaitu Devin wajah yang datar menghiasi wajahnya " gue pikir lo tinggi " ujar Devin datar aurel mengehela nafasnya dan melirik kearah devin sebelum akhirnya turun dari kursi " gue sebatas telinga lo " Devin menyerai " tetep ajah lo gak setinggi gue " gumamnya lalu melepas tas dan jaketnya aurel memperhatikan sesaat pergerakan cowo tersebut dan dia kembali ke tugas awalnya " masih lama " tanya Devin " menurut lo " balas Aurel perkataan Aurel membuat dia bepikir 2x saat dia melihat aurel bersama gevan. selagi malvin melamun aurel menatap dia lurus kedepan aurel mendesah " pake bengong lagi " gumamnya pelan ternyata gumamannya terdengar oleh Devin, Devin pun langsung menoleh kearah Aurel " lo yakin gak butuh bantuan lagi?" aurel melirik Devin lalu dia melihat buku
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ANARAN
  • He is Cold or Warm
  • Backstreet
  • Numbness (selesai)
  • My Possesive Boyfriend
  • Possessive Cold Hearted CEO ✓ | #Wattys2019 (PREVIEW)
  • DARSEN [Proses Revisi]
  • My Psycopath Man (Sudah Terbit)
  • My Doctor My Bodyguard (End)
ANARAN

Hari ini Ara sedang berada di perpustakaan bersama Nanta disampingnya yang terus saja kesal dengan tingkah laku Ara, Mengapa ia bisa menemui perempuan dengan spesies seperti Ara ini? " Nanta? Baca buku apa? " " Ara juga mau baca dong, Boleh? " " Judulnya itu apa bukunya? " " Emang Nanta gak cape liat rumus kaya gitu? " " Ara aja cape ngeliatnya " " Kok Ara dicuekin sih sama Nanta, Nanta ngomong dong. " Begitulah celotehan Ara yang membuat Nanta naik pitam, Ia sudah jengah dengan ocehan tidak jelas dari mulut Ara. " LO! LO BISA GAK SIH, GAK USAH GANGGU GUE SEHARI, LO TUH SAMA AJA KAYA CEWEK MURAHAN DI LUAR SANA YANG NGEJAR NGEJAR COWOK YANG JELAS GAK SUKA SAMA LO!! SEKARANG LO PERGI DARI SINI!!! DASAR BITCH " Bentak Nanta membuat petugas dan murid di perpustakaan menatap ke arah Ara dan Nanta. " Nanta? Setiap kata kata yang keluar dari mulut Nanta sebenarnya bikin hati Ara sakit, Tapi... Sekarang ucapan Nanta bener bener bikin hati Ara lebih sakit dari sebelumnya, Maaf kalau Ara ganggu Nanta. Sekarang Ara kecewa sama Nanta yang udah permaluin Ara disini. " Setelah mengucapkan itu Ara pergi dari perpustakaan dengan air mata yang menetes dan jalan yang masih sedikit pincang. © Adilla Basyarah

More details
WpActionLinkContent Guidelines