VINRELIA
  • WpView
    Reads 76
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureComplete Fri, Jan 10, 2020
Aurel yang berdiri sedikit berjinjit berharap buku yang yang dipegangnya bisa sampai rak tersebut, namun pergerakannya terhenti saat sebuah tangan besarnya mengambil alih buku tersebut. Aurel menoleh melihat siapa pemilik tangan tersebut yaitu Devin wajah yang datar menghiasi wajahnya " gue pikir lo tinggi " ujar Devin datar aurel mengehela nafasnya dan melirik kearah devin sebelum akhirnya turun dari kursi " gue sebatas telinga lo " Devin menyerai " tetep ajah lo gak setinggi gue " gumamnya lalu melepas tas dan jaketnya aurel memperhatikan sesaat pergerakan cowo tersebut dan dia kembali ke tugas awalnya " masih lama " tanya Devin " menurut lo " balas Aurel perkataan Aurel membuat dia bepikir 2x saat dia melihat aurel bersama gevan. selagi malvin melamun aurel menatap dia lurus kedepan aurel mendesah " pake bengong lagi " gumamnya pelan ternyata gumamannya terdengar oleh Devin, Devin pun langsung menoleh kearah Aurel " lo yakin gak butuh bantuan lagi?" aurel melirik Devin lalu dia melihat buku
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Doctor My Bodyguard (End)
  • Friendship
  • Possessive Cold Hearted CEO ✓ | #Wattys2019 (PREVIEW)
  • My Psycopath Man (Sudah Terbit)
  • ANARAN
  • When A Woman, Fell In Love with "Her Husband"
  • POSESSIVE ARVIN [GS 2]
  • She is everything (Forever)
  • DARSEN [Proses Revisi]
  • DAVINA (COMPLETED)

Dengan tenaga yang tersisa Kinan mengarahkan revolvernya ke arah musuh namun sebelum dia menyelesaikannya. Terdengar lebih dulu suara tembakan bersahutan. Kinan menutup mata dan pasrah karena merasa tembakan itu di arahkan kepadanya. Namun, bukan tembakan yang Kinan rasakan. Pintu mobilnya terasa ada yang membuka. Dengan energi yang tersisa Kinan membuka mata dan melihat siapa yang menghampirinya. Kinan kira yang menghampirinya adalah malaikat maut ternyata sosok yang sangat ia rindukan. "Fahri?" Gumam kinan. Dengan hati-hati Fahri mengeluarkan Kinan dari mobil. Dia merengkuh dan menggendongnya. "Sekarang kau sudah aman, istirahatlah!. Maafkan aku datang terlambat" Kinan masih menatap Fahri dengan tatapan ragunya. "Apakah ini mimpi?" Gumamnya di dalam hati Fahri melangkahkan kakinya dengan mantap dengan Kinan yang berada di rengkuhannya. Tidak terasa pagi telah datang, udara sejuk yang menusuk, pemandangan laut yang indah dari ketinggian, serta semburat kuning di ufuk timur yang menunjukan bahwa sang mentari akan segera bersinar, menjadi pengantar Kinan melepas kesadarannya di pelukan Fahri. "Maafkan aku" lirih Fahri. #49_pengawal[16/06/20] #63_Laga[28/10/20] #973_Misteri[29/10/20] #54_Keren[3/11/20] #1_pshyco[15/11/20] Dilarang Copy Paste saling menghargai karya Salam Aksara 🙏 Happy Reading 😇

More details
WpActionLinkContent Guidelines