we, and our metaphore

we, and our metaphore

  • WpView
    Membaca 9
  • WpVote
    Vote 2
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Jan 6, 2020
Cia, dia pendek. Nggak pendek-pendek banget sih, tapi dia terlihat seperti 13 tahun daripada 21 tahun. Kehidupannya yang semula indah berputar layaknya roda menjadi mimpi buruk baginya. Orang tua yang selama ini ia percayai ternyata sudah membuat rencana baru tanpa sepengetahuannya. Lalu Keen, bukan lelaki dingin maupun bad boy seperti yang kalian harapkan. Dia hanya teman main Cia--yang suka menjitak kepala gadis itu tanpa ampun--yang menawarkan diri untuk selalu bersama gadis itu kapan pun.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Seperti Sedang Bermimpi [ON GOING]
  • A Debt of Gratitude
  • Titik Nadir
  • Celine Jordie (COMPLETED)
  • My Bully My Obsession GxG(Season 2)
  • RAFKA [LENGKAP] ✔
  • Better With The Light
  • The Bad boy and Good girl

ㅡa novel Malika punya banyak mimpi. Yang pertama, Malika ingin diterima di jurusan Ilmu Gizi di Universitas Nusa Bangsa lewat jalur rapor agar tidak perlu belajar untuk ujian masuk perguruan tinggi yang susahnya minta ampun itu. Tapi sayang, untuk mimpinya yang pertama ini, Malika masih ketar-ketir karena rata-rata rapor empat semesternya masih kurang dua poin dari rata-rata rapor kakak kelas yang diterima tahun lalu. Mimpi yang kedua, Malika ingin pacaran dengan Yudha, cowok yang Malika taksir selama hampir tiga tahun. Tapi sayangnya, Yudha malah membuat Malika ilfeel tepat saat Malika ingin mengungkapkan perasaannya. Demi menyelamatkan wajah dan martabatnya, dengan bodohnya, Malika malah mendeklarasikan bahwa ia tidak naksir Yudha, tapi Bayu; cowok pintar yang dengan sialnya saat itu ada di tempat yang sama dengan Malika. Anehnya, Bayu malah iya-iya saja! Malika tidak tahu, apakah hal yang menimpanya ini adalah kesialan, atau justru membawa kejutan. Yang pasti, Malika merasa seperti sedang bermimpi. Tapi yang satu ini adalah mimpi yang tidak ia harapkan kehadirannya.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan