THE DEVIL VANO

THE DEVIL VANO

  • WpView
    Reads 323,819
  • WpVote
    Votes 10,210
  • WpPart
    Parts 35
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 18, 2024
Pernikahan adalah sesuatu yang aku impikan, aku pikir pernikahan ku akan bahagia seperti pasangan suami-istri lainnya. Tapi ternyata itu semua hanya ilusi ku semata. Suami ku sendiri membenciku, dia selalu menyalahkan semua kepadaku. Bagaimana hatiku tidak sakit melihat suamiku sendiri benci kepadaku Yang membuat hatiku jauh lebih sakit dia masih berhubungan dengan pacarnya, lalu bagaimana dengan posisiku sekarang. Apa aku masih pantas disebut istrinya. Selama menjalankan pernikahannya ini, aku selalu bersabar menghadapi sikap suamiku.Setiap manusia mempunyai kesabaran masing-masing, akan kah aku tetap bersabar atau mungkin aku menyerah? Apa yang akan aku pilih antara bertahan dan pergi? (Jika penasaran mendingan baca aja) (Judul awal my husband Devil, di ganti menjadi the devil) ( Revisi setelah cerita ini tamat)
All Rights Reserved
#342
cemburu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Still You (END)
  • My Husband Is Devil √ [SUDAH TERBIT]
  • retaliation
  • ARSENIO [KEPERGIANNYA]✔️
  • Aku Yang Tak Dianggap
  • MERAIH SURGA
  • He Is My Husband (Selesai season 01)
  • My Baby Without Father (Di Pindahkan Ke Dreame/Innovel)

Aku mengantarkannya hingga sukses, saat Ia masih bukan siapa-siapa, aku mendampinginya, menyemangati, bahkan membantunya dengan segala kemampuanku hingga aku kelelahan dan berkali-kali keguguran, aku dan Kaivan begitu sedih, tapi aku harus kembali kuat dan menguatkannya demi cita-cita kami. Dulu, aku percaya jika cinta yang aku punya cukup untuknya, hanya diriku yang dibutuhkannya, Ia akan setia padaku. Namun, semua salah, sejak Ia banyak mendulang kesuksesan pada setiap usahanya, dengan alasan sibuk, aku sering ditinggalkan, terbersit dalam fikiranku jika Ia tidak lagi membutuhkan aku, tapi aku hempaskan semua fikiran itu, aku meyakini jika aku harus memberi kepercayaan padanya. Aku menyibukkan diri melakukan hal lain, sangat membantu untuk menghilangkan rasa kesepian yang aku rasakan, aku mengembangkan usahaku, hasilnya diluar perkiraanku, aku pun mendulang sukses karena memiliki banyak pelajaran dan pengalaman berusaha dengan Kaivan. Sementara Kaivan semakin sibuk dengan dunianya, semakin mengabaikan aku. Perlahan, semua tabir terbuka, Ia yang aku percayai teganya mengkhianati cintaku. Aku menangis, meraung, menjerit tidak terima, berbulan-bulan aku menahannya, selalu menunggunya untuk berbicara dari hati ke hati, berusaha mempertahankan rumah tangga kami.

More details
WpActionLinkContent Guidelines