Story cover for THE DEVIL VANO by butterflytta
THE DEVIL VANO
  • WpView
    LECTURAS 323,297
  • WpVote
    Votos 10,209
  • WpPart
    Partes 35
  • WpView
    LECTURAS 323,297
  • WpVote
    Votos 10,209
  • WpPart
    Partes 35
Continúa, Has publicado dic 05, 2019
Pernikahan adalah sesuatu yang aku impikan, aku pikir pernikahan ku akan bahagia seperti pasangan suami-istri lainnya. Tapi ternyata itu semua hanya ilusi ku semata. Suami ku sendiri membenciku, dia selalu menyalahkan semua kepadaku. Bagaimana hatiku tidak sakit melihat suamiku sendiri benci kepadaku

Yang membuat hatiku jauh lebih sakit dia masih berhubungan dengan pacarnya, lalu bagaimana dengan posisiku sekarang. Apa aku masih pantas disebut istrinya. Selama menjalankan pernikahannya ini, aku selalu bersabar menghadapi sikap suamiku.Setiap manusia mempunyai kesabaran masing-masing, akan kah aku tetap bersabar atau mungkin aku menyerah? 

Apa yang akan aku pilih antara bertahan dan pergi?


(Jika penasaran mendingan baca aja)




(Judul awal my husband Devil, di ganti menjadi the devil)





( Revisi setelah cerita ini tamat)
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir THE DEVIL VANO a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#763penyiksaan
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
TEOLOGI CINTA de AliAspandi
30 partes Concluida Contenido adulto
Memilih jodoh tak seperti melempar dadu. Aku sudah super hati-hati, ketika akan memutuskan Ghani menjadi suamiku. Tetapi Tuhan punya rencana lain. Ketika Ghani dalam keadaan tak berdaya, koma dan amnesia. Aku jadi berpikir ulang. Semakin tak tega untuk mencampakkan begitu saja. Aku tak tahu, apa ini cinta atau bukan. Yang jelas rasa itu hadir mengikat hatiku. Ghani bagiku saat ini tak lagi seperti pakaian. Jika tak cocok, aku mengganti yang lain.Bahkan, hari demi hari aku tak ingin jauh darinya. Aku tak ingin sewaktu-waktu jika ia dipanggil-Nya, aku luput dari sisinya. Terkadang aku tak mengerti banyak hal tentang diriku sendiri saat ini. Sejak Ghani bernasib naas, aku merasa berdosa besar dan sulit untuk memaafkan diriku atas niat burukku dulu pernah menuntutnya bercerai. Kini, justru sebaliknya, aku seperti telah jatuh cinta untuk kedua kalinya, tanpa syarat, sampai tertawan, hingga berserah tanpa bisa melawan. Aku mengizinkan hatiku mengalir bersama keterbatasannya, tanpa alasan jelas, bahkan cenderung absurd. Ada rasa kasihan dan iba yang luar biasa. Seperti gaya percintaan kakek nenek yang telah menua dan renta. Terkadang kuberpikir apakah hubungan suami istri seperti ini yang ideal? Tak mudah lekang oleh pancaroba. Dibanding yang didasari hitungan untung-rugi dengan mengatasnamakan cinta? Yang tak kumengerti sampai saat ini, mengapa aku semakin takut kehilangan Ghani? Sampai aku tak mampu lagi mengindetifikasi perasaanku ke Ghani, apakah aku mencintai atau mengasihani?
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
TEOLOGI CINTA cover
Sad wedding #wattys2017 cover
Penyesalan cover
retaliation cover
ARSENIO [KEPERGIANNYA]✔️ cover
My Baby Without Father (Di Pindahkan Ke Dreame/Innovel) cover
[End]Intertwined Destiny || Shinazugawa Sanemi || Kimetsu No Yaiba cover
Aku Yang Tak Dianggap cover
MERAIH SURGA cover
Bad Wedding ( Lengkap Dreame ) cover

TEOLOGI CINTA

30 partes Concluida Contenido adulto

Memilih jodoh tak seperti melempar dadu. Aku sudah super hati-hati, ketika akan memutuskan Ghani menjadi suamiku. Tetapi Tuhan punya rencana lain. Ketika Ghani dalam keadaan tak berdaya, koma dan amnesia. Aku jadi berpikir ulang. Semakin tak tega untuk mencampakkan begitu saja. Aku tak tahu, apa ini cinta atau bukan. Yang jelas rasa itu hadir mengikat hatiku. Ghani bagiku saat ini tak lagi seperti pakaian. Jika tak cocok, aku mengganti yang lain.Bahkan, hari demi hari aku tak ingin jauh darinya. Aku tak ingin sewaktu-waktu jika ia dipanggil-Nya, aku luput dari sisinya. Terkadang aku tak mengerti banyak hal tentang diriku sendiri saat ini. Sejak Ghani bernasib naas, aku merasa berdosa besar dan sulit untuk memaafkan diriku atas niat burukku dulu pernah menuntutnya bercerai. Kini, justru sebaliknya, aku seperti telah jatuh cinta untuk kedua kalinya, tanpa syarat, sampai tertawan, hingga berserah tanpa bisa melawan. Aku mengizinkan hatiku mengalir bersama keterbatasannya, tanpa alasan jelas, bahkan cenderung absurd. Ada rasa kasihan dan iba yang luar biasa. Seperti gaya percintaan kakek nenek yang telah menua dan renta. Terkadang kuberpikir apakah hubungan suami istri seperti ini yang ideal? Tak mudah lekang oleh pancaroba. Dibanding yang didasari hitungan untung-rugi dengan mengatasnamakan cinta? Yang tak kumengerti sampai saat ini, mengapa aku semakin takut kehilangan Ghani? Sampai aku tak mampu lagi mengindetifikasi perasaanku ke Ghani, apakah aku mencintai atau mengasihani?