USAI
  • WpView
    Reads 303
  • WpVote
    Votes 52
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 15, 2019
ini cerita dimana seorang cewek yang mudah tertarik dengan lawan jenis, tetapi lain dengan cowo yang dia temui di SMA CAKRA NEGARA, cowo yang bisa dibilang paling ganteng,dan dingin (cuek), juga cowok itu adalah ketua futsal, juga paling ditakuti dicakra. Entah apa yg merasuki rintik sampai dia tergila gila, dan tak henti hentinya memikirkan sicowo dingin, bahkan cowo itu sering sekali membuat hati rintik terluka, tapi cowo itu tidak sama sekali menanggapi perasaan yang tulus dari rintik,entah apakah nanti cowok beku itu akan luluh dengan rintik atau tetap saja cuek dan tidak peduli kepada rintik PENASARAN! NEXT➡➡➡➡➡
All Rights Reserved
#972
halu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Along The Wound (Tahap Revisi)
  • LUGU
  • Naira dan Nathan
  • SAGA [On Going]
  • DAKSA [END]
  • Sweet Boy Friend 🖤
  • DRABIA [END]
  • I Choose You

Ayla Neera Gracia, yang akrab disapa Ayla, telah menyimpan perasaan terhadap seorang pria bernama Gio Gracion Kendrick sejak lama. Selama masa SMP, Ayla secara intensif mencari informasi tentang Gio, termasuk nomor telepon dan data pribadinya. Setelah upaya yang gigih, Ayla akhirnya berhasil mengumpulkan informasi yang diinginkan, termasuk nomor telepon Gio. Setelah menyelesaikan masa SMP, Ayla berasumsi bahwa ia dan Gio tidak akan pernah bertemu lagi. Namun, sepertinya takdir memiliki rencana lain. Mereka dipertemukan kembali di Sekolah Menengah Atas (SMA), dan kesempatan ini semakin memotivasi Ayla untuk mengejar cintanya pada Gio. "Gio sampe kapan? balas perasaan Ayla." Gio menatapnya dingin, suaranya datar namun tajam. "lo masih ngejar gue?" Ayla mendengar hal itu tersenyum kecil, mengangguk samar. "Ayla kan terus ngejar cinta Gio, karena bagi Ayla, Gio itu bintang, cahaya yang selalu Ayla lihat, bahkan dari jauh." Gio tertawa sinis. "Bintang? Lo jangan bodoh. Gue nggak pernah bersinar buat lo. Lo cuma maksa lihat cahaya yang nggak pernah ditujukan buat lo. Jadi, berhenti mempermalukan diri lo sendiri. Gue nggak punya, dan nggak akan pernah punya perasaan yang sama." "Dan lo tau, lo itu hama." lanjut Gio. Senyum di wajah Ayla semakin memudar. Matanya bergetar menahan air mata. "Hama? Jadi... aku sebegitu kotor ya di mata Gio?" Gio terdiam sejenak, sebelum menatapnya tanpa belas kasihan. "Ya lo itu hama yang terus nempel dan ganggu hidup gue. Setiap kali lo muncul, sesuatu yang kotor nempel di gue. Jadi, gue peringatin lo berhenti berharap sama perasaan menjijikkan lo itu. Gue nggak butuh dikasihani, apalagi dicintai sama orang kayak lo."

More details
WpActionLinkContent Guidelines