Story cover for Kutukan [End] by Laa421
Kutukan [End]
  • WpView
    Reads 20,927
  • WpVote
    Votes 354
  • WpPart
    Parts 9
  • WpView
    Reads 20,927
  • WpVote
    Votes 354
  • WpPart
    Parts 9
Complete, First published Dec 06, 2019
Mature
⚠️⚠️⚠️
PERINGATAN!!!
Jika kalian merasa cerita ini di luar nalar dan tidak masuk akal, berarti kalian belum sampai pada endingnya. 


Apa jadinya jika kamu dikutuk menjadi seorang wanita hanya gara-gara ingin meminta nomor seorang gadis yang tidak kamu kenal? Untuk mematahkan kutukan itu, kamu harus meminta maaf dari semua mantanmu. 

Itu terjadi pada Dimas. Hanya karena taruhan bodoh dengan temannya, ia dikutuk menjadi seorang wanita. Masalah ini terpaksa membuatnya harus bertemu dengan para mantannya dan meminta maaf. 

Dapatkah Dimas mematahkan kutukannya? 
Atau selamanya ia akan menjadi gadis? 

Penasaran? 
Cus, baca aja!
All Rights Reserved
Sign up to add Kutukan [End] to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 8
AYO MOVE ON! cover
Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•|| cover
The Devil's Love cover
Tidak Sekuat Itu  cover
psychologycal cover
Coach (18+) End cover
Love In The Past {END} cover
RAESHA (Revisi) cover

AYO MOVE ON!

55 parts Complete

VOTE SEBELUM MEMBACA [LENGKAP] •• Setelah putus dari mantan nya, kini Keira selalu terdiam menatapi kenangan yang telah hilang. Ia terus berusaha mencari cara untuk melupakan mantan nya, namun semua cara gagal. Bagaimana tidak, hubungan nya yang bertahun-tahun telah menghilang begitu saja. Baginya ini hal yang sulit untuk dihadapi disaat melihat mantan nya telah jadi milik orang lain. "Gue pasti bisa!" gumam nya. "Bisa apa?" "Bisa move on." sahut nya menjawab. "Gue tantang lo satu bulan, lo harus bisa move on!" Hari demi hari Keira lakukan, tetap nihil. Semua tentang mantan pacar nya masih terbesit di otak, di tambah lagi ia harus menerima kenyataan saat mantan nya satu sekolah dengan nya. Apakah ini sebuah cobaan atau ujian dalam hidupnya, entah apalah itu. Setiap hari ia hanya bisa menatapi nasib saat menghadapi hari-hari nya dan berusaha melawan situasi untuk tidak mengingat masa lalu lagi.