Bukan Marbot Biasa

Bukan Marbot Biasa

  • WpView
    LECTURES 281,013
  • WpVote
    Votes 30,784
  • WpPart
    Chapitres 41
WpMetadataReadTerminé jeu., déc. 16, 2021
Meskipun rumahnya di seberang masjid, Syarifa Tazkiya (Azki) hampir tak pernah salat di sana. Hingga suatu hari, ia terpaksa harus mengantarkan keponakannya untuk mengaji di masjid seberang rumahnya. Di sana ia bertemu guru ngaji keponakannya. Azki terpesona karena kegantengan dan keshalehan sang guru ngaji bernama Anas. Ternyata tak cuma guru ngaji, Anas adalah marbot di masjid itu. Azki galau. Ia terlanjur jatuh cinta, tapi ia ragu karena masih memandang Anas dari pekerjaannya. Ia tak tahu, Anas bukanlah marbot biasa.
Tous Droits Réservés
#53
masjid
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Cinta Ikhlas
  • Cinta Dalam Hijrah || SELESAI
  • Indahnya Persahabatan Menuju Cinta (SEDANG DI REVISI).
  • Azka & Ayla
  • papa muda
  • MY HUSBAND GUS BAD BOY
  • ZAYNE Terjadi Setelah Cinta [ ON GOING]
  • Kutunggu Hijrah Subuhmu (TERBIT)✅

Pertemuan pertama mereka terjadi secara tidak sengaja. Ade, seorang pemuda yang sederhana dan religius, menemukan sebuah buku yang tertinggal di sebuah taman. Beberapa hari kemudian, di tempat dan posisi yang sama, ia kembali menemukan sebuah tasbih, lalu di hari berikutnya sebuah gelang. Ketiganya ternyata milik perempuan yang sama-Desi, seorang mahasiswi cerdas dan santun. Saat Desi kembali ke taman untuk mengambil gelangnya, ia terkejut melihat buku miliknya sedang dibaca oleh Ade. Pertemuan singkat itu membuka percakapan pertama mereka. Meski terkesan dingin, Desi meninggalkan kesan mendalam bagi Ade. Takdir terus mempertemukan mereka, mulai dari pertemuan tak sengaja di lampu merah hingga obrolan ringan di taman masjid. Namun Desi menjaga jarak dan memberi syarat, jika Ade sungguh ingin mengenalnya, ia harus menemui ayahnya langsung. Bagi Desi, cinta bukan sekadar rasa, tapi tentang adab dan restu.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu