Bukan Marbot Biasa

Bukan Marbot Biasa

  • WpView
    MGA BUMASA 282,328
  • WpVote
    Mga Boto 30,840
  • WpPart
    Mga Parte 41
WpMetadataReadKumpleto Thu, Dec 16, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Meskipun rumahnya di seberang masjid, Syarifa Tazkiya (Azki) hampir tak pernah salat di sana. Hingga suatu hari, ia terpaksa harus mengantarkan keponakannya untuk mengaji di masjid seberang rumahnya. Di sana ia bertemu guru ngaji keponakannya. Azki terpesona karena kegantengan dan keshalehan sang guru ngaji bernama Anas. Ternyata tak cuma guru ngaji, Anas adalah marbot di masjid itu. Azki galau. Ia terlanjur jatuh cinta, tapi ia ragu karena masih memandang Anas dari pekerjaannya. Ia tak tahu, Anas bukanlah marbot biasa.
All Rights Reserved
#534
masjid
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Cinta Ikhlas
  • papa muda
  • Indahnya Persahabatan Menuju Cinta (SEDANG DI REVISI).
  • Gus Azka
  • Azka & Ayla
  • Cinta Dalam Hijrah || SELESAI
  • Kutunggu Hijrah Subuhmu (TERBIT)✅
  • Panggil Aku Aisyah
  • [END] Hijrah Cinta Annisatus Shalehah
  • Assalamualaikum Pak Ustadz
  • Janji Diujung Doa
  • Aku Menunggumu Hingga Akad
  • Dalam Diam
  • ZAYNE Terjadi Setelah Cinta [ ON GOING]
  • DI KHITBAH GUS CUEK
  • MY HUSBAND GUS BAD BOY
  • Kekasih Impian

Pertemuan pertama mereka terjadi secara tidak sengaja. Ade, seorang pemuda yang sederhana dan religius, menemukan sebuah buku yang tertinggal di sebuah taman. Beberapa hari kemudian, di tempat dan posisi yang sama, ia kembali menemukan sebuah tasbih, lalu di hari berikutnya sebuah gelang. Ketiganya ternyata milik perempuan yang sama-Desi, seorang mahasiswi cerdas dan santun. Saat Desi kembali ke taman untuk mengambil gelangnya, ia terkejut melihat buku miliknya sedang dibaca oleh Ade. Pertemuan singkat itu membuka percakapan pertama mereka. Meski terkesan dingin, Desi meninggalkan kesan mendalam bagi Ade. Takdir terus mempertemukan mereka, mulai dari pertemuan tak sengaja di lampu merah hingga obrolan ringan di taman masjid. Namun Desi menjaga jarak dan memberi syarat, jika Ade sungguh ingin mengenalnya, ia harus menemui ayahnya langsung. Bagi Desi, cinta bukan sekadar rasa, tapi tentang adab dan restu.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman