Everything Between Us.

Everything Between Us.

  • WpView
    Reads 891
  • WpVote
    Votes 85
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing1h 49m
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 20, 2020
Rine tak secuek yang kalian bayangi. Dia memang tak pernah merespon Azar, cowok yang terang terangan melindunginya. Namun hati siapa tahu? Berawal dari masuknya Azar di sekolahnya. Azar adalah cowok yang langsung jadi the most wanted boy dalam waktu kurang dari satu jam di sekolahnya. Dan dengan terang terangan, Azar berani menatap Rine dan memberi senyum saat bertemu. Satu sekolah tahu, Rine adalah gadis yang galak, tak punya banyak teman, dan jarang ada yang mau menyapanya. Tapi Azar tak dapat menyetujui itu. Baginya, Rine adalah gadis hebat yang tahan dengan keadaan sendiri. Berkat rencana yang dilakukan para kakaknya, Azar dan Rine bisa sering menghabiskan waktu. Meski terkadang, Rine sering tak merespon apa yang dikatakan Azar. Tapi, jangan salah paham tentang diamnya Rine. Nyatanya, gadis itu diam diam menyembunyikan perasaan pada Azar. Menyembunyikan detaknya yang tak karuan. Rine tak munafik. Dia tahu betul pesona Azar. Dan dibalik itu semua, Rine sangat mendukung rencana kakak mereka. Walau didepan Naickel dan Chaellie, Rine terang terangan membenci rencana itu. Tapi di belakang, dia berterimakasih dalam hati pada mereka yang sudah membuat ia dan Azar bisa menghabiskan waktu bersama.
All Rights Reserved
#387
acak
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Putih abu-abu
  • ciluk ب
  • Hujan Rinduku (Keluarga, Cinta, dan Impian) ☑️
  • Gemintang
  • Rival ku,soulmate ku.
  • Di Bawah Cahaya Lampu Kota
  • Because of Me [GYUJUN] ✓
  • Miss TroubleMakers
  • Changed 2nd Series
  • Melting Pole

Rio menatap gadis yang berjongkok di depannya menangisi kuas yang telah terbagi menjadi dua di depan teras rumah. pria itu menjajarkan berjongkok dan emncoba menatap mata Andini yang angkuh namun kini dipenuhi dengan air mata. "jangan nangis, berisik, saya terganggu" Andini menatap Rio dengan penuh kemarahan. "pasti lo yang kasih tau ke papa dan mama kan?! daar tukang ngadu! harunya lo tau diri! gue udah cukup baik dengan nerima lo di rumah gue!" itulah ucapan kasar Andini yang selalu membal di hati Rio. setelah seminggu berlalu, Andini menatap sebuah kuas yang sama persis terletak di dalam tasnya 'jangan nangis berisik' Andini tau kuas itu dari siapa, dan dari mana asalnya. dan dalam seminggu jantung Andini ebrdetak kembali lebih cepat seperti biasa, ketika ia terlalu dekat dengan Rio, ketika Rio menggendongnya di belakang, atau ektika Rio pasrah menjadi bulan-bulanannya. dan Andini tahu, itu bukan sekedar kagum. ia jatuh cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines