We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Sun
  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 3, 2014
WpInfo
Fiction
Romance
Sinar matahari pagi mencoba memasuki kamar Rena melalui celah-celah jendela kamarnya. Waktu sudah menunjukan pukul 06.00, tetapi gadis itu belum juga bangun dari tidur nyenyaknya. padahal Rena ada mata kuliah pagi ini. "Rena apakah kau ingin dihukum lagi pagi ini?" Ibu Rena sudah mencoba membangunkannya sejak setengah jam yang lalu, tapi tidak ada reaksi dari Rena. Rena mencoba membuka kelopak matanya yang sedari tadi tertutup, setelah ia sudah membuka matanya dengan sempurna, Ia mencoba duduk, menstabilkan pandangannya, saat ia mengarahkan pandangannya ke dinding, jam sudah menunjukan pukul 06.05, "Astaga!" Rena segera menyambar handuk dan langsung segera mandi. Rena Faradila, nama lengkap dari gadis itu, gadis bertubuh mungil yang mempunyai kulit putih bersih, bola mata cokelat indah, pipi tirus dan bibir tipis yang indah, tak heran banyak kaum adam yang menyukainya, tak jarang juga banyak kaum hawa yang iri kepadanya, bahkan banyak kaum hawa yang memusuhinya karena kecantikannya
All Rights Reserved
#30
sun
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Unpredictable Love
  • ERN
  • Broken Flower ( Spin Off TERJEBAK)
  • Androphobia Love ✔
  • the story of serena
  • A Romantic Story About Renjun || JaeRen
  • Through the Lens [END]
  • Lonte Vs Gigolo (The Coli Trilogi I) (End)

WARNING: Beberapa chapter terdapat adegan dewasa. Harap lebih bijak dalam membaca. Lili, hanya seorang gadis sederhana yang manis dan pendiam, tidak memiliki riwayat pacaran. Meskipun begitu, ibu nya selalu menyuruhnya untuk segera mendapatkan kekasih. Namun Lili terlalu pemalu, dia sama sekali tidak memiliki keberanian untuk mendekati pria. Dan entah bagaimana, seorang pria mulai mengganggunya. ----------------------------------------- Rendra tertawa kecil, suaranya terdengar berat dan penuh godaan. "Jika kamu yang berinisiatif menciumku, aku akan pergi." Lili menggigit bibirnya, tangannya gemetar hebat. Matanya yang basah oleh air mata menatap Rendra dengan gugup dan takut. Hening sejenak. Napasnya tersengal ketika ia akhirnya mengumpulkan keberanian, mengangkat sedikit tubuhnya, lalu berjinjit untuk mengecup pipi pria itu. Namun, sebelum bibirnya sempat menyentuh kulitnya, Rendra sudah lebih dulu meraih tengkuknya, menariknya erat ke dalam dekapannya. Tanpa memberi kesempatan untuk mundur, ia menuntut lebih menyapu bibirnya dengan ciuman yang panas dan mendalam. Suara Rendra terdengar serak di antara napas yang memburu. "Bagaimana mungkin aku bisa melepaskanmu setelah dirimu sendiri yang memberikannya padaku, hm?" ---------------------------------------

More details
WpActionLinkContent Guidelines