Auryn
  • WpView
    Reads 29
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 8, 2019
PROLOG "Nay,dengerin kakak nay"lirih lelaki itu "kak naya udah gede,meskipun dia memperlakukan naya kayak gitu,naya tetep sayang sama dia kak"sahutnya "kalo itu yang terbaik buat naya,kakak slalu dukung"sahut lelaki itu dengan senyum tulus "kalau gitu kakak pergi ya nay"lanjutnya "kak temenin naya" "kakak jangan pergi naya sendirian"lanjutnya dengan air mata yang sudah membanjiri pipinya. "kakak gak bisa temenin kamu nay"lirih lelaki itu "tapi kak-" "nay,jaga diri baik baik"teriak lelaki itu. "slalu ada yang jagain kamu,jangan takut sendirian"lanjut lelaki itu lalu menghilang. "kak vandiii.."teriaknya. ia terbangun dari mimpinya ia membuang napasnya dengan kasar,mimpi itu lagi dan itu,yah wanita yang baru saja bangun dari mimpinya bernama Auryn naya alexa, sedang di sisi lain seseorang itu bermimpi. "Bintang!gue suruh lo jagain adek gue,gue udah titip dia ke lo,tapi apa!lo slalu nyakitin dia"bentak orang itu. "bang,gue gak pernah kayak gitu,bahkan sejak kejadian itu gue gak pernah keemu dia"ucapnya memberi penjelasan kepada kepada orang yang sedang berbicara padanya. "gue harap lo bisa tau diaman dia sekarang"sahut orang itu. "gue titip adek gue,kalo lu gak bia jagain masih banyak kok yang mau jagain dia,tapi gue harap lo yang slalu ada buat dia"lanjutnya. "iya bang"jawab bintang. "gue pamit"ucap seseorang itu lalu menghilang. bintang hanya tersenyum tipis, tak lama ia terbangun dari mimpinya. "dimana naya kecil gue"lirihnya dengan nada parau.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hidup di Dalam Bayangan
  • tumbal gadis perwan
  • Laura Lateranita Putri Victor
  • SENJA DI PUNCAK TANGKILING
  • Cemara milik kita || nct dream (Terbit)✔
  • Are We Brother's ? - [boynextdoor] TERBIT✓
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • GRANDSON'S EYANG MUHSIN [ NCT DREAM] End

Prolog Dibawah Pohon Mangga sangat besar dan ditambah ayunan gantung yang menghiasinya membuat gadis kecil saat itu sangat nyaman diposisi memeluk kedua lututnya, ditambah dengan hembusan udara yang sejuk membuatnya hanyut dalam fikiran yang tidak tau apa saat ini yang dia fikirkan. Gadis mungil yang penuh tatapan kosong itu adalah aku. Tidak tau sudah berapa lama aku duduk diposisi saat itu, yang jelas saat aku tersadarkan diri kedua kakiku telah keram. Tidak terasa ada butiran air yang menghangatkan disekitar kelopak hingga ke pipi ku, menyesalkan semua yang pernah terjadi antara aku dan kamu. Proses yang telah membuat kita dekat. Dulu hanya sekedar kamu aku, tetapi nyatanya telah berubah menjadi kita. Dulu hanya sekedar sapa, tetapi nyatanya telah berani saling merindu. Dulu hanya sekedar percakapan biasa, tapi nyatanya sangat luar biasa sehingga tak jarang membuat kita sering bertengkar. Suasana berubah menjadi gelap. Mentari telah menyelesaikan tugasnya saat ini, dan kembali bersembunyi dibalik bumi. Seperti biasa, aku menepati janji ku untuk selalu hadir disini. Meski tampak bodoh, menunggu mu sungguh sangat membuatku lelah. Dan berfikir untuk apa aku menunggu. Nyatanya aku tidak tau dimana tempat dirimu kini singgah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines