Story cover for Auryn by ziafauzia647
Auryn
  • WpView
    LECTURAS 29
  • WpVote
    Votos 5
  • WpPart
    Partes 1
  • WpView
    LECTURAS 29
  • WpVote
    Votos 5
  • WpPart
    Partes 1
Continúa, Has publicado dic 07, 2019
PROLOG


"Nay,dengerin kakak nay"lirih lelaki itu

"kak naya udah gede,meskipun dia memperlakukan naya kayak gitu,naya tetep sayang sama dia kak"sahutnya

"kalo itu yang terbaik buat naya,kakak slalu dukung"sahut lelaki itu dengan senyum tulus

"kalau gitu kakak pergi ya nay"lanjutnya

"kak temenin naya"

"kakak jangan pergi naya sendirian"lanjutnya dengan air mata yang sudah membanjiri pipinya.

"kakak gak bisa temenin kamu nay"lirih lelaki itu

"tapi kak-"

"nay,jaga diri baik baik"teriak lelaki itu.

"slalu ada yang jagain kamu,jangan takut sendirian"lanjut lelaki itu lalu menghilang.

"kak vandiii.."teriaknya.

ia terbangun dari mimpinya ia membuang napasnya dengan kasar,mimpi itu lagi dan itu,yah wanita yang baru saja bangun dari mimpinya bernama Auryn naya alexa,

sedang di sisi lain seseorang itu bermimpi.

"Bintang!gue suruh lo jagain adek gue,gue udah titip dia ke lo,tapi apa!lo slalu nyakitin dia"bentak orang itu.

"bang,gue gak pernah kayak gitu,bahkan sejak kejadian itu gue gak pernah keemu dia"ucapnya memberi penjelasan kepada kepada orang yang sedang berbicara padanya.

"gue harap lo bisa tau diaman dia sekarang"sahut orang itu.

"gue titip adek gue,kalo lu gak bia jagain masih banyak kok yang mau jagain dia,tapi gue harap lo yang slalu ada buat dia"lanjutnya.

"iya bang"jawab bintang.

"gue pamit"ucap seseorang itu lalu menghilang.

bintang hanya tersenyum tipis,
tak lama ia terbangun dari mimpinya.
"dimana naya kecil gue"lirihnya dengan nada parau.
Todos los derechos reservados
Tabla de contenidos
Regístrate para añadir Auryn a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
SENJA DI PUNCAK TANGKILING de Chaterine0202
2 partes Concluida Contenido adulto
"Jangan menatapku". Abrar masih dengan mata terpejam "Kenapa ?" " Nanti kau bisa lupa pada pacar mu". "Pfffffpfffff" Awinda mengantupkan kedua bibirnya mencegahnya tertawa lebar. "Kau benar ". " Jadi kau sudah punya pacar". " Kau mengintrogasi ku ". Kini Awinda membalasnya. Abrar menelan Salivanya. Terdiam dalam senyapnya. Ia tak ingin melanjutkan pertanyaan apapun. Karena jika ia banyak tahu kenyataan, maka bisa jadi hal - hal pahit yang akan ia dapatkan. Hidup mengajarkannya untuk sering menerima kenyataan pahit ketimbang mengharapkan sesuatu yang ternyata hanya sebatas angan dan impian. "Cepat tidur". "Belum mengantuk" sahutnya cepat. " Kenapa kau biarkan aku mengambil baju dan celana mu padahal kamu punya tenda ini. ? Bodoh ". " Ambil lah apapun yang kau mau dari ku". " Sejak kapan kau menjadi buaya ? " " Setelah masuk kedalam lubang tanah dan bertemu ratu buaya ". Awinda mencubit perut Abrar. Sehingga ia menggelinjang nyeri dan meminta ampun. Ia meraih tangan Awinda dari perutnya dan meletakkannya didadanya. " Tidurlah, ini peringatan ku yang terakhir". Perlakuan Abrar membuatnya meringis, kini Abrar juga mulai mengamcamnya. Berusaha memejamkan mata dan perasaan hangat itu kembali menjalar ulu hatinya. Ia kesulitan untuk menarik nafas namun ia mencoba menghirup udara lewat mulutnya lalu mengeluarkan kembali perlahan. " Kau kedinginan ? " Abrar membuka suara, " Hmmm " "Kau bisa terkena hipotermia dan sulit bernafas".
Five wishes! [SM Family] de Rayneelee_
22 partes Continúa
Bercerita tentang hubungan persaudaraan yang terjalin begitu erat dan saling menyayangi meskipun masih sering terjadi pertengkaran dan perdebatan untuk hal kecil sekalipun. Kelima orang ini tentu memiliki perangai dan budi pekerti yang berbeda, terbukti Ayah dan Bunda sering mengatakan bahwa sifat dan sikap mereka sangat bertolak belakang meskipun ada satu yang sama. Tentang segala harapan dan cita-cita, mereka pekerja keras dan selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk mencapai impian yang mereka punya. Telebih ayah dan bunda selalu mengatakan bahwa siapa yang bersungguh-sungguh maka akan mendapatkan ap[a yang ia inginkan, tak ada yang instans semua harus melalui prosesnya masing-masing. "Itu sudah pada bangun atau belum...? nak, bangun semuanya, udah di tungguin sama Ayah buat sarapan! Rendi itu tolong adeknya dibangunkan dulu ya"- Bunda Winata "ayah tunggu sepuluh menit lagi, kalau belum pada ngumpul uang jajan hari ini Ayah potong setengah" - Ayah Cahyadi "Adek susah banget di suruh bangun Bun, disiram halal nggak nih? kalau halal abang langsung gas" - Abang Rendi "Ayah bentar lagi yaa, tanggung banget mimpinya ini huhuhu ketemu Jaemin Nct lho aku" - Mbak Niki " Abang Rendi jail banget sih! Anduk aku dibuang" Adek Jinan "Nggak mau!!! ayah jangan potong duit aku" - Adek Rayyan "Masih dingin lho ayah, ntar adek pilek kek gimana? ayah mau dimarahi Bunda?" - Adek Dewa Itu hanya garis besar kehidupan mereka, sisanya masih banyak lagi drama yang mereka miliki.
Love It's You [COMPLETED] de Ayyaraara
27 partes Concluida
"Lo jangan berburuk sangka dulu deh." ucapnya aku langsung mengerutka jidatku. "Ahh lo yang mindahin gue kan?" ucap ku sambil memutar mutarkan jari telunjukku di mukanya. "Jangan nunjuk-nujuk bisa?" ucapnya. "Alah jangan so mengalihkan topik deh, lo kan yang mindahin gue ke kasur ya kan kan kan?" ucapku sambil menaik turun kan alisku "Dih gk ada kerjaan banget gue mindahin lo. " "Terus gue kenapa ada disini?" "Lo nggak inget? Ciyus." aku langsung menggelengkan kepalaku. "Lo mau tau siapa yang pindahin lo?" aku langsung menganggukan kepalaku. "Ya diri lo sendiri." ucapnya sambil berdiri dari duduknya dan mengedikan bahunya. Aku yang melihat itu langsung turun dari ranjang dan menggengam tangan kanan Ladit. "Eittss."tarikku. "Ishh apaan lagi?" ucapnya sambil menghadap ke arahku. "Lo pasti gk mau denger deh ciyus."ucapnya sambil menirukan ucapanku tadi. "Ih apaan sih Ladit lo tinggal ngomong aja." "Heuh tadi tuh gini, pas tadi sedang enak-enaknya gue tidur sedikit ada gerakan dari arah kanan ranjang dan itu ternyata lo yang sedang berusaha naek ke atas kasur dan ya kamu tidur di atas kasur." ucapnya aku langsung melongo. "Jadi kita berdua tidur berdua hah?" ucapku menunduk dan rasa panas di pipiku mulai terasa. "Dan bukan itu saja." dengan freak smile nya. "Hhuh apa lagi?" ucapku sambil mendongakkan kepalaku kepo. Kepo itu adalah aku. "Tadi ada yang maksa-maksa ingin nyium gue di saat mimpinya." ucapnya aku langsung melotot. "Terus!" ucapku. "Dia nyium gue--
Quizás también te guste
Slide 1 of 9
SENJA DI PUNCAK TANGKILING cover
Are We Brother's ? - [boynextdoor] SEGERA TERBIT cover
Rumah Tanpa Pintu [ON GOING] cover
7 anak indigo cover
Hidup di Dalam Bayangan cover
In A dream (End) cover
Laura Lateranita Putri Victor cover
Five wishes! [SM Family] cover
Love It's You [COMPLETED] cover

SENJA DI PUNCAK TANGKILING

2 partes Concluida Contenido adulto

"Jangan menatapku". Abrar masih dengan mata terpejam "Kenapa ?" " Nanti kau bisa lupa pada pacar mu". "Pfffffpfffff" Awinda mengantupkan kedua bibirnya mencegahnya tertawa lebar. "Kau benar ". " Jadi kau sudah punya pacar". " Kau mengintrogasi ku ". Kini Awinda membalasnya. Abrar menelan Salivanya. Terdiam dalam senyapnya. Ia tak ingin melanjutkan pertanyaan apapun. Karena jika ia banyak tahu kenyataan, maka bisa jadi hal - hal pahit yang akan ia dapatkan. Hidup mengajarkannya untuk sering menerima kenyataan pahit ketimbang mengharapkan sesuatu yang ternyata hanya sebatas angan dan impian. "Cepat tidur". "Belum mengantuk" sahutnya cepat. " Kenapa kau biarkan aku mengambil baju dan celana mu padahal kamu punya tenda ini. ? Bodoh ". " Ambil lah apapun yang kau mau dari ku". " Sejak kapan kau menjadi buaya ? " " Setelah masuk kedalam lubang tanah dan bertemu ratu buaya ". Awinda mencubit perut Abrar. Sehingga ia menggelinjang nyeri dan meminta ampun. Ia meraih tangan Awinda dari perutnya dan meletakkannya didadanya. " Tidurlah, ini peringatan ku yang terakhir". Perlakuan Abrar membuatnya meringis, kini Abrar juga mulai mengamcamnya. Berusaha memejamkan mata dan perasaan hangat itu kembali menjalar ulu hatinya. Ia kesulitan untuk menarik nafas namun ia mencoba menghirup udara lewat mulutnya lalu mengeluarkan kembali perlahan. " Kau kedinginan ? " Abrar membuka suara, " Hmmm " "Kau bisa terkena hipotermia dan sulit bernafas".