In Silence We Party

In Silence We Party

  • WpView
    Reads 353
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 10, 2019
Lupita Jackson. Pendatang baru di kota kecil. Secara tidak sengaja bertemu dengan lelaki yang menyelamatkan nyawanya, namanya Rain. Malaikat tampan yang suka hujan. Kisah mereka penuh lika-liku sebelum cinta mereka bersatu. Lupita menjadi wartawan lepas di salah satu kantor berita swasta di kota kecil yang baru ditinggalinya. Apakah dia bisa menghentikan penebangan hutan dan pembangunan resort yang ditentang warga kota? Apakah dia bisa mengungkap kasus korupsi pejabat? Dan apakah dia bisa mendapatkan cinta Rain? Novel original by Aprilia Nurvita. Bukan novel terjemahan!
All Rights Reserved
#3
journalism
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Are You The One Tied to Me?
  • Gadis Hujan
  • Clarity
  • Haters and Lovers of Rain [END]
  • Hujan Di Langit November
  • I CHOOSE YOU
  • Raina [Completed]
  • Mentari Sebelum Hujan (SQUEL RAINA HUJAN TELAH DATANG)
  • -AFTER RAIN-
  • Warna Untuk Pelangi [✓]

Semua orang punya titik balik. Dalam hidup, dalam mimpi, dalam perasaan. Dan terkadang, titik balik itu hadir lewat orang yang tak kau duga, di saat yang paling tak masuk akal. Namaku Rain Anak organisasi. Perfeksionis. Rasional. Terlalu terbiasa memetakan semuanya menjadi rencana. Dan di dalam setiap rencanaku, selalu ada satu nama yang seperti gangguan: Raib. Rival paling abadi. Cermin yang paling merepotkan. Tapi juga satu-satunya orang yang benar-benar selalu menantangku. Kami saling bersaing di medan yang sama-ruang rapat, hasil evaluasi, dan perdebatan yang tidak pernah selesai Tapi semakin aku beradu dengannya, semakin aku sadar, tidak semua lawan harus dikalahkan. Kadang, mereka hanya butuh dipahami. Lalu datang Kenza. Si-Kapten basket. Bukan anak organisasi. Tapi justru itu yang membuatnya mencolok di mataku. Ia seperti jeda yang tidak pernah kuminta kepada Tuhan, tapi diam-diam kubutuhkan. Seseorang yang muncul tanpa pretensi, tapi menghadirkan pertanyaan paling sulit yang pernah kutemui: apa sebenarnya yang sedang kucari? Dalam riuhnya proposal kegiatan dan jadwal padat rapat, dalam tatap mata yang tak selesai antara aku dan Raib, dan dalam keheningan canggung bersama Kenza, aku belajar. Bahwa kadang yang paling berarti bukan siapa yang paling sering hadir, tapi siapa yang membuatmu diam dan berpikir ulang tentang dirimu sendiri. Interlinked adalah tentang benang-benang yang tak terlihat, tapi nyata. Tentang rivalitas yang tumbuh menjadi penghargaan, dan tentang perasaan yang perlahan memanggil pulang-dari tempat yang tak pernah kau sangka. Karena dalam hidup, orang-orang datang bukan hanya untuk tinggal. Ada yang datang untuk mengubahmu. Pelan-pelan. Dalam. Dan tidak terduga.

More details
WpActionLinkContent Guidelines