Boyfriend & Bestfriend

Boyfriend & Bestfriend

  • WpView
    Reads 139
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 30, 2020
^_^ "Lo gak tau gimana perasaan gue sekarang, jadi kenapa lo masih peduli sama gue." teriak raihan frustasi sehingga mengusik orang" yang ada didalam rumah sakit itu Ulan diam dan merunduk sehingga menumpahkan air mata yang ia tampung sejak tadi "Mas bisa tenang mas, ini rumah sakit" ucap seorang suster yang kebetulan lewat Ulan menghapus air matanya lalu mengangkat kembali kepala nya "Gue juga pernah kehilangan sosok yang emng menurut gue spesial, orang yang gue sayang, orang yang menurut gue emng bener" gak bakal ninggalin gue . Gue juga pernah ngerasain apa yang lo rasain sekarang han, gue pernah ngerasain kehilangan." Hikss hikss Ulan mengucapkan nya dengan air mata yang emang tidak bisa diajak kompromi Raihan menatap gadis yang ada disampingnya kini "Lo tau dia siapa? Lo mau tau han? Itu Lo, gue udh kehilangan lo selama ini, dan gue gak bisa liat loh gini, gue mau lihat lo seneng bahagia. " Spontan mata raihan menatap tidak percaya apa yang ia dengar barusan, raihan menggelengkan kepalanya "Maafin gue lan, maafin gue. " "No Problem, skrng loh harus bisa ngiklasin papa lo, doakan dia semoga tenang dialam sana" ulan tersenyum lalu menghapus air matanya yg sudh tergenang seperti kolam renang.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ADIKARA ELUSIF (END)
  • Impossible Wish
  • Melody Arthadiesa
  • Unwanted Resurgence[males Lanjut]
  • FALLING IN LOVE
  • sorry, flora..
  • DUNIA FLORA
  • Arsyilazka
  • 90 Hari Mengejar Cinta Alvaro[End]

Baca DeKaNa terlebih dahulu, ini S2 nya DeKaNa🔥 "M-maksudnya apa?" Ekspresi wajah yang semula terlihat senang berganti menjadi rawut wajah yang amat tidak disukai, seolah perubahan mimik wajah mempengaruhi suasana hati sang pemilik Perlahan sudut bibirnya ketarik ke pinggir membentuk lekungan senyuman yang terlihat menyeramkan bagi remaja yang berdiri di hadapannya, bahkan bola matanya terlihat bergetar melihat apa yang tengah terjadi di hadapannya. "Hanya seminggu" Kakinya perlahan melangkah mendekati remaja yang sudah membeku di tempat itu, mengayunkan tangannya untuk mengusap puncak kepala yang lebih muda "Sayang sekali, Khai nggak panggil Ayah-" Plak Ia menatap tangannya kemudian menatap anak yang lebih muda di hadapannya dengan alis mata terangkat, berani, sangat berani "L-lo gila" "Lo bawa gue kemana hah anjing?" Ia memejamkan matanya, sudah seminggu ini hatinya berbunga-bunga, namun sekarang api neraka kembali membakar hatinya mendengar lontaran perkataan dari anak muda yang ada di hadapannya. Srett "Kenapa lo diam aja hah?, jawab!, lo bawa kemana gue hah?" Teriaknya dengan nafas tersenggal-senggal karena perasaan marah. Ia kembali tersenyum, mencoba mengusap puncak kepala itu namun tepisan kembali dirinya dapat, oke cukup, ia sudah sangat sabar kali ini, "Askar ternyata nggak guna" Perlahan kaki itu mendekati remaja itu, lalu mengusap paksa kepala itu dengan kuat, dan dalam sekali tarikan ia berhasil membuat tulang tengkorak itu bersentuhan kasar dengan dinding rumah kokoh miliknya "Lo manja banget ya Kai, semua harus gue yang turun tangan" Ucapnya sembari menyeringai melihat ekspresi wajah Kaivan yang terlihat kesakitan sekaligus marah karena tidak bisa melawan.Tubuh itu jatuh telentang di lantai, dan tanpa belas kasihnya, ia menaruh telapak kakinya di atas dada Kaivan yang seketika membuat anak itu meringis sakit karena tak mampu menahan rasa sakit lagi "A-abang" "Kalau udah kek gini, baru manis diliat" 19 April 25

More details
WpActionLinkContent Guidelines