Strong Alsya

Strong Alsya

  • WpView
    Reads 494
  • WpVote
    Votes 31
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 8, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Hanya seorang Gadis SMA yang sudah memiliki buah hati dan hidup dengan kegelapan tidak ada satupun orang yang menginginkannya hidup didunia setelah insiden itu terjadi. Semua orang beranggapan bahwa Dirinya hanya lah Gadis yang sangat menjijikan dengan memiliki anak hasil zina.Tapi saat orang menjauh hanya ada satu orang yang bisa membuat Dirinya kuat menghadapi cobaan hidup dan bisa menerima apa adanya. Yaitu Bilqis Syahkib, Ya itu nama Buah hati dirinya yang membuat ia bertahan hingga sekarang. Dirinya sangat kasihakan kepada anaknya ini tidak mengenali sama sekali siapa sosok Ayahnya sendiri . Alyas hanya bisa meratapi nasib dirinya yang terbilang hancur bagaimana masa depannya nanti tapi entahlah dirinya hanya pasrah kepada yang maha kuasa. kalo mau lebih lanjut bisa mampir kelapak saya ya:)
All Rights Reserved
#136
romace
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lantas (END)
  • Follow Your Heart - Yizhan ✔
  • Alinka's Story! [Completo]
  • 𝐁𝐫𝐨𝐤𝐞𝐧 𝐇𝐨𝐦𝐞? {𝐄𝐍𝐃}
  • [BL] Light In Heart ✓
  • ALDEANDRA [TERBIT]
  • Alisa's Story
  • Last Breath (Crishtopher Laurens)
  • Datang HUJAN Disaat SENJA

PERINGATAN ⚠️ Di beberapa part terdapat adegan kekerasan dan kata-kata kasar! ------------------------- Navisha Aqila Anastasia, gadis berambut sebahu berusia 17 tahun, adalah siswi cerdas yang selalu menjadi kebanggaan sekolahnya. Memasuki awal kelas 12, ia dipertemukan dengan Arzan Nauval Abraham, siswa yang harus mengulang tahun terakhirnya. Awalnya, mereka hanyalah dua orang asing yang kebetulan duduk di bangku yang sama. Namun, waktu demi waktu menghapus jarak di antara mereka, mengubah pertemuan biasa menjadi kisah yang tumbuh di sela tawa dan diam-diam yang saling mengerti. Hingga suatu hari, ada satu hal yang menyangkut orang tua mereka yang memaksa mereka untuk menjaga jarak, seolah perasaan yang sudah terlanjur tumbuh harus dibekukan begitu saja. Haruskah mereka menyerah pada ego orang tua mereka? Atau justru melawan demi kebahagiaan yang mereka yakini? ~~~ "Terima kasih, karena pernah menjadi rumah, meski bukan yang terakhir."

More details
WpActionLinkContent Guidelines