DANDELION

DANDELION

  • WpView
    Reads 763
  • WpVote
    Votes 70
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 28, 2020
"Eh nama gue itu Lisa kenapa lo sering manggil gue Del?," ucap Lisa menatap Lion sedikit sebal. "Nama lengkap lo siapa?," Lion menaikkan alisnya. "Delisa Indah," " Nah berarti nggak ada salahnya dong gue panggil lo Del," "Tapi gue nggak biasa," "Yaudah gue panggil lo Deli aja kalau nggak boleh Del ," ujar Lion yang kini bersandar di dinding luar Lab kimia. " Kok gitu sih, terus Sa nya mau di kemanain?," ucap Lisa yang menatap dalam mata Lion dengan emosi hampir berapi. " Ya Sa nya nanti kalau lo udah siap gue halalin," Deg, sedetik kemudian mata Lisa yang terfokus dengan mata Lion beralih ke area lain. Semoga bisa menghibur Sok di baca😇
All Rights Reserved
#156
kaya
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Misi Kalisa (End)
  • RIRI NATARI [END]
  • Broken Life (End)
  • Hidden love At School
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • Asing kembali Asing🌜🌚
  • My Cute Assistant ( Delynn X Lily FanFic)
  • Love & Enemy

"Ngapain lo!" Suara seseorang menyadarkanku, membuatku berbalik lalu menatapnya intens. Cowok belagu lagi. "Menurut lo, gue ngapain disini?" Ucapku setelah satu detik mencoba setenang mungkin. Dia menatap langit langit perpustakaan. Lalu menatapku kembali. "Lo ngadem kan," ucapnya dingin. Dia bukan bertanya, lebih tepatnya nuduh. "Sotoy banget lo!" Ucapku ketus tapi masih kategori pelan. "Aneh aja. Cewek kaya lo meluangkan waktu di perpus, apalagi sekarang nyari buku di rak matematika," ucapnya datar. "Emang kenapa?" Sahutku mulai kebawa emosi. Dia tersenyum miring. "Nggak pantes!" Ucapnya sambil mengeja. Lalu meninggalkanku dengan tersenyum devil. "Kenzo," panggilku berhasil membuatnya menoleh. Risih banget pertama kali manggil namanya. "Keren doang ya muka lo, tapi mulut lo busuk!" Mampus lo! Sakit hati sakit hati lo. Bodo amat dah. "Jadi gue keren?" "What?" Aku shock mendengarnya. "Thanks ya," ucapnya tersenyum sekilas sebelum benar benar meninggalkanku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines