Dikala Hujan Turun

Dikala Hujan Turun

  • WpView
    Reads 238
  • WpVote
    Votes 86
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 31, 2019
Diva,seorang gadis SMK yang memulai kehidupan baru setelah mengalami musibah. Keluarganya yang kini telah resmi bercerai dan Diva memilih tinggal bersama ibunya. Sekarang,dia tumbuh menjadi remaja. Pertama kali dia menginjakkan kakinya di sekolahnya dan masuk di kelas TKR. Diva sangat menyukai teknik sehingga dia memilih jurusan teknik pula. Kisah di SMK menjadi kisah yang berharga bagi Diva, karena dia mulai merasakan yang namanya cinta. Pertemuan antara Diva dan Si Ketua OSIS di SMK nya menjadi masa masa SMK Diva semakin terasa bahagia. Banyak suka dan duka yang Diva alami. Hingga suatu saat Diva ditinggalkan oleh sang kekasihnya saat dimana hujan turun. Hingga kini, Diva membenci dikala hujan. Dia selalu membenci saat hujan turun, dikala hujan turun lah kenangan pahit Diva terputar kembali. Diva yang semula gadis periang dan murah senyum, sekarang menjadi gadis yang pendiam dan murung. Kini, lengkaplah penderitaan Diva. Keluarga hancur, orang yang dia sayangi hilang pula. Sahabat, dia tak punya sahabat. Dia hanya mempunyai 2 teman laki² satu kelasnya yang sedikit bisa meredakan sedikit rasa sakit di dada Diva. Setiap kali hujan turun, Diva membenci itu. Entah itu dia sedang bersama temannya ataupun dia sedang sendiri,dia tetap membenci hujan. Andaikan hujan tak menimbulkan masalah saat itu, mungkin Diva tak membenci hujan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • tiga tahun dalam diam
  • Yang hilang Tak pernah sama
  • I'm Not A Villainess
  • BEDA DUNIA
  • From Daffa To Adel [Completed]
  • The Way You Looked at Me
  • LEITHLEACH
  • BACKSTREET !!!
  • Cinta yang membingungkan
  • Masa Badai yang Indah [ COMPLETE ] ✅

Bagi seorang Nana, Dikta adalah sosok teman sekelas yang selalu berhasil mencuri perhatiannya sejak hari pertama masuk SMK. Nana menyimpan perasaannya rapat-rapat, mengagumi Dikta dari bangku belakang, menciptakan percakapan-percakapan imajiner di benaknya, dan berharap suatu saat Dikta akan menyadari keberadaannya lebih dari sekadar teman sekelas biasa. Sayangnya, Dikta terlalu asyik dengan teman-temannya, pelajaran, dan dunianya sendiri hingga tak pernah menangkap sinyal-sinyal halus (atau mungkin tidak terlalu halus) yang sering Nana kirimkan. Tiga tahun berlalu begitu cepat, dan ujian akhir semakin dekat, menandakan akhir dari masa SMK mereka. Nana dilanda kebimbangan yang semakin besar. Terus memendam rasa dan membawa penyesalan setelah lulus, atau akhirnya memberanikan diri mengungkapkan perasaannya dengan risiko ditolak dan membuat suasana menjadi canggung di sisa waktu yang ada? Di tengah kegelisahannya, berbagai momen lucu, salah tingkah, dan terkadang menyakitkan terus mewarnai interaksi mereka di dalam kelas, semakin memperumit perasaan Nana dan membuatnya bertanya-tanya, akankah Dikta pernah tahu?

More details
WpActionLinkContent Guidelines