DELDAF [Sweet couple]

DELDAF [Sweet couple]

  • WpView
    Reads 691,504
  • WpVote
    Votes 17,236
  • WpPart
    Parts 52
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 8, 2020
[COMPLETED] Bagaimana perasaan kamu jika mencintai seseorang yang banyak di kagumi seantero sekolah?? Apalagi khusus nya kaum hawa banyak sekali yang berlomba lomba untuk mendekati sesosok itu. Guru-guru pun banyak yang mengagumi karena kepintarannya yang selalu mengharumkan nama baik sekolah. Sedangkan kamu? Hanya orang biasa biasa saja yang menjadi pengagum rahasia nya? ** "Masuk." "Kenapa dikunci pintunya Daf? Kita mau ngapain disini?" Daffa melangkah lebih dekat lagi sehingga jarak diantara nya dengan Della hanya beberapa senti. Dengan perlahan Daffa mengelus rambut Della lembut, lalu menggenggam tangannya. "Lo mau jadi pacar gua.?" "Hah? A-a apa Daffa pa-pacar? Della gak salah denger kan.?" "Iya pacar." "Del, Lo tinggal jawab iya atau tidak? Gampang kan." "Iya Daf, Della mau jadi pacar Daffa." ** ⚠️Sedikit mengandung unsur dewasa. ⚠️ini bukan kisah seseorang yang berjuang demi cintanya. Tapi ini adalah kisah cinta Della & Daffa. ⚠️Warning!! Tidak di peruntukan bagi yang jomblo wokwokwok... ⚠️Follow dulu sayang ku💋
All Rights Reserved
#114
daffa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GHAVARI
  • DOSEN or PACAR  [Selesai]
  • DERA❤
  • AndinArya
  • Lelaki Pilihan (Selesai)
  • GALAKSA [End/Terbit]
  • Be Myself (Complete)
  • ALESYA (END)
  • Possessive Badboy [END]
  • VAGALDARA [TERBIT]
GHAVARI

"Heh!! Kalo bukan karena Lo sama temen-temen soglo Lo itu juga gue ngga bakalan jadi ketua OSIS!" Menjadi ketua OSIS hanya karena candaan teman?? Ghava Adimas praharja benar-benar merasa sial. Karena bagaimanapun juga, pada awalnya dia pun membiarkan saja. Dia yakin, bahwa siswa siswi SMA 28 tidaklah mungkin memilihnya? Namun, kenyataannya membuat Ghava stress sendiri. *** "Mana ada kingkong seganteng gue?" Ghava menyugar rambutnya sok keren yang sontak membuat araf yang berada di sampingnya menjambak rambut pemuda itu. "Sakit bangs*t!!" Umpatnya "Shutt up! Ketua OSIS ngga boleh mengumpat, harus jadi contoh dong buat kita-kita" syaheer menyahut sembari cekikikan, tentunya disusul yang lain. Mereka begitu senang menjahili Ghava yang memang sedikit sensi. "Tai!! setan Lo semua! Keluar aja sana!! Gue ngga butuh teman kayak kalian!" *** "Gue rasa, pertemanan kita sampe sini aja," Ghava berujar, air mukanya menunjukkan keseriusan. "Apa va?? Ngga denger gue?" Syaheer pura-pura melebarkan telinganya. Ghava menghela nafasnya "Kita temenan sampe sini aja" ucapnya lagi dengan suara yang lebih keras. "Ha? Wswswswsws?" Kini Araf yang mendekatkan telinganya mendekat pada ghava. "Makanya telinga tuh dibersihin. Congek kan!" Ketus Ghava kesal. *** "Ma! Pokoknya besok aku ngga mau sekolah!" *** "Lagian! Ngapain juga si kalian pada ke sini? Gue tuh udah bilang mama mau ngga masuk sekolah. Malah kalian pada dateng." Lanjut Ghava mengomel. "Kita di suruh Tante Hida by the way" Setia berujar dengan tersenyum manis. "Mana mungkin! Pasti kalian Dateng sendiri, mana cuma numpang makan doang. Ganggu tau ngga!" *** Gadis itu tengah meneduh dibawah pohon beringin yang terletak di samping lapangan. Menengguk minuman dari botol berwarna birunya dengan pelan. "Lo suka cewek kelas sana ya va?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines