RHEA
  • WpView
    Reads 74
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 22, 2020
Membaca adalah hobiku. Menulis adalah keseharianku. Bercerita dengan menulis adalah kehidupanku. Siapa bilang menulis membosankan? Siapa bilang menulis membuang waktu? Jika kalian berpikir begitu maka kalian salah besar. Karena menulis sangatlah menyenangkan. Dengan menulis kalian lebih banyak mengamati, bukan? Dan maka pikiran setiap orang akan lebih terbuka bukan? Ini kisah bagaimana hidup seorang penulis. Mononton. Mungkin itu yang kalian pikirkan. Tidak. Bukan itu. Kalian ingin tahu? Baca cerita ini. ***** Selamat membaca:) Semoga kalian menyukainya. Jangan lupa komen dan vote nya okay?!
All Rights Reserved
#2
adri
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Bad Girl #BadSeries✔
  • THE PRINCESS ANTAGONIS [How about me?]
  • ALZEA (TERBIT)
  • ATHENA | Antagonist Princess
  • TRANSMIGRASI BERDARAH (END)
  • My Husband is Antagonist Novel [END]
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
  • Eccedentesiast
  • When We Drown [TAMAT ✔]
  • Gadis Tteokbokki & Cowok Mochaccino (DITERBITKAN)

Banyak orang yang bilang bahwa cinta itu indah. Menghapus segala resah dan gelisah. Mengganti luka dengan tawa, membawa kesedihan yang melanda untuk sirna. Banyak orang yang bilang bahwa jatuh cinta itu indah. Membuat hari berwarna dan hidup menjadi lebih sempurna karena hadirnya dia. Namun, tak semua yang berkaitan dengan cinta itu semuanya indah. Tak selamanya cinta itu membahagiakan. Tak ada yang bisa menjamin bukan bahwa cinta pun bisa berakhir dengan tawa kebahagian atau sebuah luka yang disertai dengan tangisan? Ini bukan kisah di mana dua orang jatuh cinta secara diam-diam. Ini bukan kisah cinta segitiga antara tiga, anak manusia. Tapi, ini hanyalah kisah di mana ketika kita telah jatuh namun tak sadar. Telah cinta tapi tak terasa. Telah merasa sayang tapi tak pernah bilang. Dan saat di mana kita telah menyadari segalanya, justru orang yang kita cintai itu... pergi. Bukan pergi untuk sementara. Tapi selamanya. "Jika kehadiranku tak dapat membangunkanmu, lantas apakah kepergianku akan membukakan matamu?" ©Copyright2019

More details
WpActionLinkContent Guidelines