Kamu, UKM, Aku

Kamu, UKM, Aku

  • WpView
    MGA BUMASA 2,017
  • WpVote
    Mga Boto 103
  • WpPart
    Mga Parte 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Mon, Jun 13, 2022
Memang benar apa yang orang katakan tentang 'Jodoh itu bukanlah seseorang yang dapat kita presiksi keberadaanya. Bisa jadi sahabat, teman, atau musuh yang malah akan menjadi jodoh kita.' Hal serupa pun terjadi pada Dzakiya. Siapa sangka seseorang yang selalu ia temui setiap Hari Sabtu itu malah menjadi takdirnya. Lalu bagaimana Allah mempersatukan mereka? Allah mempunyai caranya sendiri untuk mempersatukan umuatnya yang sudah ia tekdirkan untuk bersama. "Jakarta memang sempit, ya. Heran gue." Ucap Dzakiyah pada laki-laki yang saat ini duduk di depannya. ''''''''''''''''''' JANGAN CUMA LIAT COVER DAN DESKRIPSINYA, HAYUK MASUK DULU KEDALAM CERITANYA BARU TAU SENSASINYA.
All Rights Reserved
#34
faris
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Tsuroyya; Mengejar Mentari di bawah Purnama
  • Hijrah Sang Gadis
  • Mendadak Khitbah
  • Ketukan Takdir
  • My Ustadz My Crush [SELESAI]
  • HIDIYAH (7 PASANG MUJAHID) TERBIT
  • Belantara Jiwa (END)
  • Jodoh PilihanMu
  • LAKI-LAKI MASJID (END)
  • Perasaan Yang Sama

kita pasti pernah merasakan friendzone. kata orang, tidak mungkin dalam hubungan persahabatan antara laki-laki dan perempuan tidak ada yang menyimpan rasa. entah salah satu atau bahkan kedunya. "Jika memang dia jawaban atas doa-doamu, bukankah kau memang harus menerimanya, Lif?" "Lalu, bagaimana jika ternyata aku menyebut nama lain dalam doa-doaku?" "Apa nama lain itu namaku, Lif?" dengan suara yang begitu lirih ia bertanya Gadis itu mengangguk, "Lif, aku memang menaruh harap padamu. Aku juga menyebut namamu disetiap sujudku. Namun, ada hal lain yang membuat aku tidak bisa melanjutkan harapanku" "Kalimatmu justru tidak memberikan jawaban apa-apa, Ham. Aku kecewa, kau terlalu pengecut. Aku benci itu" Haruskah Alif berbalik arah? Meninggalkan semua yang berkaitan dengan citanya dan memilih hati yang membuatnya menjadi perempuan istimewa? Namun kenyatan yang ia jumpai begitu memilukan. Hatinya mungkin bisa ia genggam, namun tidak dengan hari-hari di masa depannya. Jangan berliku macam apalagi yang harus ia tempuh? Apakah logikanya lemah setelah itu? Seperti perempuan kebanyakan, akankah ia mengandalkan perasannya? Mari simak kisahnya Salam Friendzone LA_IN

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman