MUTIARANYA KANG PUR

MUTIARANYA KANG PUR

  • WpView
    Reads 944
  • WpVote
    Votes 86
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 9, 2022
Namaku Sampurno, begitulah orangtuaku memberi nama padaku. Katanya supaya aku bisa menjadi lelaki sempurna akhlak dan rupanya. Aku dilahirkan dari keluarga biasa saja, namun memiliki cita-cita yang tinggi. Aku termasuk anak yang cukup dibanggakan. Doa orangtuaku terkabul hingga lulus Sekolah Menengah Atas aku sering mendapat juara kelas bahkan juara sekolah. Hingga saat masuk kuliah , pandanganku salah. Sejak bertemu dengan Mutiara. Gadis polos nan manis yang sangat aku kagumi tetapi sulit kugapai karena rasa rendah diriku. Aku hanya anak orang miskin, aku takut menggapaimu Mutia. (Sampurno) Aku mengagumimu Kang, kamu sosok yang cerdas, pekerja keras, berakhlak. Apa arti semua perhatianmu itu Kang Pur? (Mutiara)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BULAN (END)
  • Destiny said. {BERSAMBUNG}
  • Epilog Tanpa Prolog
  • [ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun
  • THE CLIMB [Completed]
  • My ice girl
  • I Love You AL
  • Tiga Belas Misi ✔️
  • Mentari Tanpa Sinar

Bulan sosok yang terlahir dengan sejuta kasih sayang, namun pada ahkirnya ia kehilangan sejuta kasih sayang tersebut. Takdir mempermainkan dirinya dengan baik, menyisakan kesedihan di dalam kehidupannya. Menyisakan goresan-goresan yang tidak ia ketahui kapan goresan tersebut akan menghilang, hingga ahkirnya membawa pemeran lain ke dalam kisahnya. Seorang pria yang terlihat dingin_Max. Keduanya hidup dalam permainan takdir yang sama, membawa keduanya kedalam hubungan yang sangat sulit untuk dipahami. Mengharuskan keduanya menjalani takdir agar mendapatkan ahkir dalam cerita keduanya, namun siapa sangka jika takdir akan kembali mempermainkan keduanya dengan tamparan yang lebih kuat lagi. Membuat semuanya kembali terluka dengan alasan yang sama. Takdir kembali berulah,,, "Mama menjebak aku?" Tanya Bulan dengan raut wajah yang tidak bisa di katakan lembut, raut wajahnya penuh dengan marah. "Sayang dengarkan Mama, Mama akan menjelaskan semuanya." Bujuk wanita paru baya_Vivi yang mencoba memegang tangan menantunya. "Jangan sentuh aku." Teriak Bulan sambil menangkis tangan mertuanya. "Jaga tingkah kamu. Dia Mamaku!" Teriakan pria itu begitu lantang dan hanya di tanggapi senyum kecewa oleh Bulan. "Kamu sama saja Max, aku sangat membenci kalian." Ucap Bulan dengan mata yang memancarkan masih memancarkan kekecewaan, tapi percayalah rasa kecewa yang ia rasakan kini lebih besar dari dari pada rasa amarahnya. . . . . Bulan & Max Selesai Revisi Jumat 13 November 2020

More details
WpActionLinkContent Guidelines