Melakukan Segalanya Karena Allah

Melakukan Segalanya Karena Allah

  • WpView
    مقروء 11
  • WpVote
    صوت 0
  • WpPart
    فصول 1
WpMetadataReadمستمرّة
WpMetadataNoticeآخر تحديث: ثلاثاء, ديسـ ١٠, ٢٠١٩
WpInfo
غير خيالية
kisah ini bermula saat aisyah putri bungsu dari bapak salman dan ibu khodijah masih duduk di bangku smp. ketika itu hari-hari aisyah tidak pernah diselimuti kesedihan. Dia selalu merasa bahagia, karena keluarganya tidak pernah bertengkar dan saling menghargai satu sama lain. Aisyah sangat bersyukur karena Allah sudah menakdirkan dia hidup di tengah -tengah keluarga yang baik dan harmonis. Tetapi hari-harinya seakan berubah ketika dia sudah masuk pesantren. Dia harus meninggalkan orang tua dan keluarga. Tidak mudah baginya saat pertama kali di pesantren, dia harus hidup mandiri dan melakukan semuanya sendirian. ditambah lagi dia mendapat kabar tentang orang tuanya yang akan bercerai karena adanya orang ketiga. Tetapi dia dan ibunya yakin jika mereka melakukan segalanya karena Allah pasti Allah akan memberi kemudahan dan jalan keluar untuk setiap masalah yang mereka hadapi.
جميع الحقوق محفوظة
#177
penderitaan
WpChevronRight
انضم إلى أكبر مجتمع لرواية القصص في العالماحصل على توصيات قصص مخصّصة، احفظ قصصك المفضلة في مكتبتك، وقم بالتعليق والتصويت لتنمية مجتمعك.
رسم توضيحيّ

قد تعجبك أيضاً

  • Elira, yang Tak Pernah Dipanggil Pulang
  • Aku Padamu Ya Ukhti (Selesai)
  • ALMA
  • Ashilla [TERBIT] ✓
  • Cermin yang Retak tak Ingin di Benci
  • Seindah Surga Yang Dirindukan (Tamat)
  • Surat tak berbalas
  • Girl's
  • PESANTREN SAKINAH
  • Five siblings||Afkaf (End)

Elira bukan anak biasa. Ia tumbuh dalam keheningan, dipeluk oleh kecerdasan yang tak dimengerti, dan tubuh yang selalu menjadi sasaran cemooh. Sejak kecil, ia tahu: dunia tak ramah, dan rumah bukan tempat berlindung. Ketika teman menjauh karena rasa tidak nyaman, dan ketika keluarga sendiri hanya melihatnya sebagai beban, Elira tetap berdiri. Ia tidak diantar saat pertama kali masuk pesantren. Tidak dijemput saat ia jatuh. Ia hanya ditemani satu hal yang tak pernah mencacinya: Al-Qur'an. Namun luka demi luka terus menggerogoti tubuh dan jiwanya. Hingga suatu hari, tubuh itu tak lagi kuat. Jiwa itu mulai retak. Tapi bukan kehancuran yang datang-melainkan cahaya. Di tengah kesurupan, sakit yang berulang, dan tubuh yang tak pernah benar-benar sembuh... Elira menemukan panggilan dari langit. Kisah ini bukan hanya tentang perjuangan seorang anak. Ini tentang bagaimana seseorang bisa tetap memilih untuk mencintai Tuhan, ketika tak ada satu manusia pun yang memilih untuk mencintainya kembali. ---

تفاصيل إضافية
WpActionLinkإرشادات المحتوى