We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Melakukan Segalanya Karena Allah

Melakukan Segalanya Karena Allah

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 10, 2019
WpInfo
Non-Fiction
kisah ini bermula saat aisyah putri bungsu dari bapak salman dan ibu khodijah masih duduk di bangku smp. ketika itu hari-hari aisyah tidak pernah diselimuti kesedihan. Dia selalu merasa bahagia, karena keluarganya tidak pernah bertengkar dan saling menghargai satu sama lain. Aisyah sangat bersyukur karena Allah sudah menakdirkan dia hidup di tengah -tengah keluarga yang baik dan harmonis. Tetapi hari-harinya seakan berubah ketika dia sudah masuk pesantren. Dia harus meninggalkan orang tua dan keluarga. Tidak mudah baginya saat pertama kali di pesantren, dia harus hidup mandiri dan melakukan semuanya sendirian. ditambah lagi dia mendapat kabar tentang orang tuanya yang akan bercerai karena adanya orang ketiga. Tetapi dia dan ibunya yakin jika mereka melakukan segalanya karena Allah pasti Allah akan memberi kemudahan dan jalan keluar untuk setiap masalah yang mereka hadapi.
All Rights Reserved
#555
keikhlasan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Silence In Their Minds
  • Ashilla [TERBIT] ✓
  • ISTRI YANG TAK INGIN KUSENTUH TERNYATA
  • Perjodohan Dengan Ustadz Cool
  • Girl's
  • ALMA
  • BUKAN PILIHAN KU
  • Tahajud Cinta Kayra (REVISI)
  • Seindah Surga Yang Dirindukan (Tamat)
  • Elira, yang Tak Pernah Dipanggil Pulang

--- Azellea selalu terlihat ceria. Senyumnya sehangat matahari pagi, tawanya seperti lagu yang menenangkan. Di sekolah, ia dikenal sebagai gadis yang ramah, penuh semangat, dan selalu membuat orang lain nyaman berada di sekitarnya. Namun di balik semua itu, tersembunyi luka-luka yang tak pernah ia tunjukkan. Dari rumah yang tak lagi terasa seperti rumah, dari pertemanan yang menyisakan pengkhianatan, hingga cinta pertama yang justru meninggalkan jejak paling perih. Azellea menyembunyikan segalanya di balik senyum dan kata-kata positifnya. Karena baginya, menunjukkan kesedihan adalah tanda kelemahan. Dan menjadi kuat... adalah satu-satunya cara agar ia bisa bertahan. Tapi sekuat apa pun seseorang berpura-pura bahagia, luka yang tak diobati akan terus membesar. Sampai akhirnya, Azellea harus memilih: terus menjadi "baik-baik saja" atau mulai menyembuhkan dirinya yang sesungguhnya. ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines