Sewindu

Sewindu

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 9, 2019
Berkisah tentang dua orang sahabat yang dipertemukan sejak kelas lima SD. Hari-harinya selalu mereka jalani bersama, sampai mereka selalu mendapatkan sekolah yang sama. Nama gadis itu adalah sinta, dan tetangganya yang ramah dan baik hati itu adalah satria. Keluarga mereka saling mengenal baik satu sama lain. Ibu Sinta selalu berpesan pada Satria untuk menjaga putri semata wayangnya. Satria selalu mengantar dan menjemput Sinta ke sekolah. Itu semua terjadi sebelum ada cowok tengil yang tiba-tiba menarik perhatian Sinta. Satria kesal, tapi tak bisa berbuat apa-apa. Hingga pada suatu hari Sinta mengetahui betapa buruknya sifat Rey dan baru menyadari betapa baik dan tulusnya Satria. Sampai akhirnya, adanya penantian berharga yang didapat oleh satria sampai mereka lulus sekolah bersama-sama untuk yang ketiga kalinya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dalam Kata, Kupeluk Namamu
  • Bihabibin [TERBIT]
  • Gus Zidan My Husband [SUDAH TERBIT]
  • Takdir Yang Menyatukan (REVISI)
  • Jodoh Yang Tak Terduga
  • Beauty from You
  • ROMANSA CINTA DI BAWAH TIANG BENDERA
  • Ku Kan Menanti
  • My Ustadz My Crush [SELESAI]

Naya tidak pernah pandai berbicara. Ia mencintai dalam diam, mengagumi dari kejauhan, dan menyimpan rindu dalam barisan kata yang ia tempelkan di mading sekolah. Tak ada yang benar-benar tahu siapa penulis di balik tulisan-tulisan itu-kecuali satu orang yang mulai memperhatikan keheningannya: Reyhan. Di tengah perjalanan yang sunyi dan luka kehilangan yang tak pernah benar-benar sembuh, Naya memilih menulis sebagai pelarian, sebagai tempat berlindung, dan sebagai cara mencintai dunia yang terasa terlalu bising. Namun ketika penyakit lama kembali menggerogotinya, Naya tahu: tak semua cerita akan menemukan akhirnya. Lewat tulisan terakhirnya, Naya mengungkapkan perasaannya, bukan untuk didengar, tapi untuk dikenang. Dalam kata, ia memeluk seseorang yang tak bisa ia gapai. Dalam sunyi, ia meninggalkan jejak yang tak akan hilang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines