Gheafa

Gheafa

  • WpView
    Reads 1,258
  • WpVote
    Votes 167
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 29, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Ghe kalau ada yang berani nyakitin kamu tonjok aja jangan takut." ucap Fadel sedikit bercanda. "Kok malah ngajarin gitu ke pacarnya, bukan malah jadi pelindung." "Aku gak akan ada dideket kamu setiap waktu begitupun sebaliknya. Tapi jangan salah, kamu selalu ada dihati aku setiap waktu." gombal Fadel. "Gombal aja terus sampe aku nggak bisa tidur." mungkin gadis itu benar-benar akan sulit tidur malam ini. Ucapan-ucapan Fadel terus terngiang dikepalanya. "Hehehe, pokoknya mau apapun situasinya aku bakal tetep dukung dan bela kamu Ghe. Karna kamu itu spesial," "Kalau ada yang nyakitin aku respon kamu gimana?" sekedar mengetes pacar tidak apa-apa kan? "Aku bakal nyakitin dia dan buat dia minta maaf sama kamu," "Tapi kalau kamu yang nyakitin?" "Aku bakal minta maaf sama kamu tapi aku nggak akan nyakitin diri aku sendiri. Karna aku tahu kamu juga nggak mau lihat aku sakit." Ghea terkekeh mendengar penuturan Fadel.
All Rights Reserved
#370
famous
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BarraKilla
  • Blonde & The Cold Heart [TERBIT]
  • MY BAD HUSBAND ✓ (E N D)
  • DRYSTAN (End)
  • Because I'm Stupid (End)
  • JUST FRIEND? [REVISI]
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • He's My Best Friend [END]
  • G H E A (end)
  • CALVANDER [SUDAH TERBIT]✅

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines