We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
The Haunted Forest

The Haunted Forest

  • WpView
    Reads 74
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureComplete Sun, Dec 15, 2019
WpInfo
Fiction
Horror
Mereka berhenti di jalan yang diapit oleh hutan belantara, malam begitu dingin karena ini mengarah ke pegunungan membuat bulu kuduk Faisal meremang. Tidak ada lampu jalan, tidak ada lalu lintas, tidak ada kehidupan, hanya lampu mobil mereka yang menyala di tengah kegelapan malam.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Desa Pendosa - TAMAT ✔️
  • Dalam Bayangan Ketakutan: Kumpulan Kisah
  • KKN Desa Penari "Widya Story"
  • Misteri di Balik Kabut Gunung Salak
  • Pendakian Malam Satu Suro
  • Hutan Tumbal [TAMAT]
  • Gupta Vartā
  • THE FORBIDDEN FOREST
  • The Haunted Island (BibleBuild) ✔️
  • Lain Dunia (Tamat)

🚫 PLEASE DO NOT PLAGIARISM!! Sebagai bagian dari tugas akhir kuliah, sekelompok mahasiswa dikirim ke Desa Kembang Arum, sebuah desa terpencil yang jarang terdengar namanya. Tujuan mereka sederhana: melakukan pengabdian masyarakat sembari mengumpulkan data penelitian. Desa itu terletak jauh dari keramaian, dikelilingi oleh hutan lebat dan jalan berbatu yang membuat perjalanan terasa tak berujung. Setibanya di sana, mereka disambut dengan senyuman warga yang ramah namun terasa dingin, seperti menyembunyikan sesuatu. Rumah yang disediakan untuk mereka sederhana, namun cukup nyaman. Namun, ada satu aturan yang berulang kali ditekankan oleh penduduk desa: jangan keluar rumah setelah gelap. Alasannya tidak dijelaskan, dan mereka hanya menganggapnya sebagai tradisi lokal yang harus dihormati. Hari-hari pertama berjalan biasa saja. Mereka mulai menjalankan tugas masing-masing, mengamati kebiasaan penduduk, dan mencoba beradaptasi dengan suasana desa yang tenang. Namun, semakin lama, mereka menyadari ada sesuatu yang tidak biasa di desa ini. Warga terlihat menghindari topik tertentu, sudut-sudut desa terasa terlalu sunyi, dan ada rasa tidak nyaman yang perlahan merayap di antara mereka. Di tengah rutinitas yang tampak normal, hubungan di antara kelompok itu mulai memanas. Ketegangan muncul, didorong oleh perbedaan pendapat, tekanan tugas, dan rahasia-rahasia pribadi yang mulai terungkap. Tanpa mereka sadari, perjalanan ke Desa Kembang Arum menjadi lebih dari sekadar tugas kampus. Desa ini menyimpan sesuatu yang jauh lebih besar-sesuatu yang akan mengubah hidup mereka selamanya. Apa sebenarnya yang tersembunyi di Desa Kembang Arum? Dan mengapa seolah-olah desa itu perlahan-lahan menelan mereka? seberapa jauhkan mereka mampu bertahan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines