Story cover for Falling for You - TERBIT by andini_dee
Falling for You - TERBIT
  • WpView
    Reads 481,014
  • WpVote
    Votes 31,089
  • WpPart
    Parts 48
  • WpView
    Reads 481,014
  • WpVote
    Votes 31,089
  • WpPart
    Parts 48
Complete, First published Dec 09, 2019
Mature
Apa susahnya mencari pengganti? Apalagi ini hanya sekertaris pengganti. Bukan istri atau pacar pengganti kan? Lalu kenapa dia bisa berakhir disini? Bersama gadis konyol yang selalu mengganggunya setiap hari. Bukan hanya tatapan polos atau senyum jenakanya. Tapi juga ulah absurd gadis itu. Dari mulai selalu menjawab apa yang dia tanya dengan pertanyaan lainnya, atau memberikan jawaban asal hingga Rafi kesal. Rafi menggelengkan kepalanya.

Dara hanya bisa menggaruk kepalanya heran. Harusnya laki-laki ini pintar kan? Tapi kenapa dia bertanya hal-hal aneh dan meminta hal-hal yang mustahil. Misalkan, membuat kopi dengan komputer, itu mustahil kan? Belum lagi pertanyaan aneh soal alat transportasi. Dan selera humornya buruk sekali. Dia selalu marah-marah jika Dara mulai melucu. Kasihan dia, mungkin hidupnya berat sekali, begitu pikir Dara.

Ini kisah tentang El Rafi Darusman. Pria serius dan kaku yang menikah dengan pekerjaannya. Dia dididik keras sejak kecil dengan semua peraturan agar bisa menjadi penerus dinasti keluarganya. Tapi ini semua jadi berantakan, ketika dia bertemu Dara. Gadis absurd yang memporakporandakan perasaannya.

Bagaimana kisah mereka?

Kalau kata Aimi, "Aku kutuk biar kamu jatuh cinta sejatuh-jatuhnya biar tahu rasa."
Kalau kata Cynthia, "I have my own love story, so did Aimi and we hope...you will have it soon."
Kalau kata Prasetyo, "One day Raf, one day. Kita diciptakan berpasang-pasangan kan."
Kalau kata Brayuda, "The hell Man, just go for it. Banyakan mikir lo. Kelamaan."

[Sebagian cerita sudah dihapus untuk kepentingan penerbitan. Cek pada profile ya untuk keterangannya.]
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Falling for You - TERBIT to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
SKANDAL ADIK IPAR (SELESAI) by Ayu_Wandira1
31 parts Complete
"Rafael" kata itu meluncur dengan sendirinya. "Kamu tidak apa-apa? Apa ada yang terluka?" Tanya Rafa. Ia memperhatikan tubuh Arin, ia memastikan tidak ada terluka sedikitpun ditubuhnya. Rafa mengenal wanita berparas cantik itu. Pertama kali ia lihat bahwa itu adalah Arin, calon adik ipar. Dulu Rafa, mengenal Arin saat Arin masih kecil, kira-kira ia masih duduk di sekolah dasar, dan sekarang tumbuh sebagai wanita dewasa. Oh Tuhan, kenapa Arin tumbuh begitu cantik, kulitnya pucat seperti porselen, tidak pernah disentuh. Matanya begitu bening dan hidungnya mancung. "Saya tidak apa-apa, kesayangan, kenapa bisa hancur begini" Arin melangkah mendekati ponsel miliknya, ia memunguti satu persatu kepingan-kepingan ponsel miliknya. Kesayangan? Ternyata Arin menyebut ponsel itu dengan kata kesayangan. Rafa ingin tertawa, Rafa lalu mendekati Arin, dan ikut berjongkok memunguti kepingan-kepingan ponsel Arin yang hancur berderai. Diliriknya lagi Arin dihadapannya. "Maaf, saya akan mengganti ponsel baru untuk kamu" ucap Rafa mencoba memberi solusi. Sesungguhnya kejadian tadi bukan salah ia sepenuhnya. Arin lah yang tidak melihat arah tujuannya, Arin lebih asyik dengan layar ponsel itu. Sehingga menyebabkan adegan tebarkan itu. "Tapi, disini banyak foto-foto saya". "Yasudah nanti kita ke konter, saa yakin pihak konter tahu cara memindahkan foto-foto kamu itu" Rafa lalu berdiri, dan kembali menatap Arin. "Kamu kenapa bisa ada disini, Arin?" Tanya Rafa. "Liburan" ucap Arin ia malah menyengir. "Sendiri?". "Iya dong, sama siapa lagi". "Liburan sendiri itu tidak baik, kalau terjadi apa-apa bagaimana? Ini Bangkok loh" ucap Rafa, lalu duduk dikursi tunggu, diikuti juga oleh Arin. "Tapi, saya sudah biasa kok. Kamu kenapa ada disini?". "Saya ada urusan kerja" ucap Rafa. "Jadi gimana, handphone saya?".
CEO Itu Naksir Gue?! | Drarry by vv_yaaw09
4 parts Ongoing
Gue udah kerja di PT Malfoy Corp ini hampir lima tahun. Dari mulai nyapu lantai, buang sampah, sampai bikin kopi buat para petinggi perusahaan, semuanya gue lakuin dengan hati yang... yah, biasa aja sih. Bukan yang sepenuh hati banget, tapi juga bukan yang males-malesan. Hidup gue tenang, santai, nggak ada drama. Sampai hari sial itu datang. Gue lagi bawa nampan kopi buat meeting besar di ruang CEO. Semuanya masih aman terkendali, sampai tiba-tiba gue kepleset karena kabel charger yang menjulur di lantai. Dalam hitungan detik, kopi panas di tangan gue terlempar ke udara dan brak! Tumpah tepat di jas mahal warna abu-abu milik Mr. Draco Malfoy. Lo tau nggak siapa Mr. Draco? Dia bukan cuma CEO PT Malfoy Corp, tapi juga the coldest boss ever. Wajahnya flat, suaranya tajem, dan sikapnya? Jangan ditanya. Dia tuh tipe bos yang nggak ragu buat fire karyawan hanya karena kesalahan kecil. Bahkan, dia punya aturan absurd di perusahaan ini: "No Office Romance" alias karyawan dilarang keras pacaran sama rekan kerja. Dan sekarang? Gue baru aja bikin baju doi basah kuyup. Gue langsung membeku di tempat, otak gue nge-freeze, tangan gemetar sambil masih megang nampan kosong. Semua orang di ruangan juga pada diem. Bahkan, Pak Antoni dari divisi keuangan yang biasanya nggak pernah bisa diem pun tiba-tiba jadi patung lilin. Mata abu-abu tajem milik Mr. Draco langsung ngelock ke gue. "Potter." Suaranya rendah, tapi bikin bulu kuduk gue berdiri. "What. The. Hell." Gue otomatis refleks nunduk dalam-dalam. "S-sorry, Mr. Draco. Gue nggak sengaja, sumpah! Kabelnya-" "Keluar." Gue nggak bisa ngelawan. Dengan kepala masih nunduk, gue langsung jalan mundur, keluar dari ruangan sambil nahan napas. Tapi sebelum pintu ketutup, gue sempat ngeliat ekspresi Mr. Draco yang... aneh. Bukan marah, tapi lebih ke... mikirin sesuatu. Dan di hari itu, gue nggak tau kalau insiden kopi ini bakal ngerubah hidup gue selamanya.
Blonde & The Cold Heart [END] by ZyraJeon_
3 parts Complete
[Sudah Revisi] ___ Zaranne Hamilton tidak pernah menyangka bahwa kepulangannya ke Jakarta hanyalah sebuah transaksi bisnis yang rapi. Sebagai gadis berambut pirang yang terus-menerus di-bleaching demi mempertahankan jati dirinya, Zee menganggap kehidupan di Universitas St. Valerius hanyalah tantangan membosankan. Dengan sikap angkuh dan koper elektrik hijaunya, ia siap menaklukkan siapa saja, termasuk Junael Maxwell. Zee menganggap Juna hanyalah Robot Manja yang perlu ia beri sedikit pelajaran. Namun, Zee tidak sadar bahwa sejak kakinya menginjak Jakarta, ia sudah kehilangan kebebasannya. Ayahnya sendiri telah menyerahkan Zee sebagai jaminan atas kerugian data besar yang ia timbulkan kepada seseorang. Junael Maxwell mungkin tampak seperti satu-satunya orang yang bisa ia ajak bicara di tengah kekacauan itu, namun benarkah Juna membantunya karena cinta? Atau jangan-jangan Juna hanyalah bagian dari skenario besar untuk mengurung Zee dalam jaring yang lebih gelap? Di antara perdebatan sengit, bau kimia dari rambut pirangnya, dan perasaan yang perlahan mulai tumbuh, Zee harus menghadapi kenyataan pahit bahwa orang-orang yang ia percayai justru adalah mereka yang paling ingin menghancurkannya. Mampukah Zee menemukan tempat pulang yang nyata di tengah pengkhianatan yang tak termaafkan? --- ⚠️WARNING Don't copy my story, please! Nulis cerita itu pakai waktu, tenaga, dan otak. Kalau anda cuma bisa copy paste, itu bukan kreativitas, itu cuma malas yang dibungkus berani. Hargai karya orang. Jangan ambil yang bukan milikmu.
VILLAIN'S LOVER (SELESAI) by GaluhCahya8
34 parts Complete
Pada kehidupan kedua diriku terlahir sebagai seorang wanita bernama Renata Bloom. Awalnya aku sama sekali tidak menyadari telah masuk ke dalam salah satu novel dewasa dengan banyak bumbu tragedi dan sensualitas. Hei, apa salahnya membaca roman dewasa? Aku tidak bersalah dalam hal semacam ini: Membaca demi mengusir masalah dari dunia nyata yang bersarang di otak. Yah intinya aku menjalani kehidupan keduaku dalam damai bahkan ketika jatuh bangkrut sekalipun. Sampai aku mendengar nama Rafael Verday, tokoh utama pria, terlontar dari mulut sepupuku, Diana Bloom, yang merupakan tokoh utama wanita. Sekarang jelas sudah alasan aku jatuh miskin dan menderita. Rafael menghancurkan semua bisnis keluarga Bloom dan hanya menyelamatkan Diana. Semua gara-gara dendam masa lalu. Kan kurang ajar mereka menyeretku yang notabene tokoh tidak penting ke dalam peperangan! Aku tidak memiliki kartu VIP pasti selamat! NO WAY. Tidak bisakah Rafael dan Diana berkasih tanpa menyeretku? SIALAN! Sudah jatuh miskin, jomlo, dan mati. Aku pikir bisa menemui petugas isekai dan meminta perpindahan dunia. Barangkali sebagai anak duke? Putri raja? Orang kaya dengan aset tidak terbatas? HAHAHA mimpi! Aku justru kembali ke masa SMA tepat sebelum bencana dimulai. Oke, sekarang aku akan mengubah keadaan. Sayonara, hidup susah. Pertama, merayu Dimitri, antagonis yang akan membantu menyelamatkan usaha orangtuaku dari tangan keji Rafael. Kedua, bagaimanapun juga Dimitri harus jatuh hati kepadaku. Entah dengan pelet atau tekad. Aku akan membuatnya menjadi pengabdiku dengan cara apa pun. Hanya dia seorang yang bisa menghadapi Rafael. Ketiga, Rafael boleh bermesraan dengan gaya bebas bersama Diana. Aku tidak peduli! Paling penting ialah, memastikan diriku terlindung dari jangkuan sinyal-balas-dendam milik Rafael. Sempurna. BUT, mengapa sepertinya Dimitri terlalu mudah untuk dijinakkan? Hei, seharusnya Tuan Antagonis tidak semudah ini ditaklukkan! Oh lupakan, mungkin aku bisa membuat rencana lain.
You may also like
Slide 1 of 9
SKANDAL ADIK IPAR (SELESAI) cover
CEO Itu Naksir Gue?! | Drarry cover
Satu Hati, Dua Generasi cover
The CEO's Obsession cover
Blonde & The Cold Heart [END] cover
VILLAIN'S LOVER (SELESAI) cover
My Sweetest Popcorn cover
GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT) cover
Dear Mia cover

SKANDAL ADIK IPAR (SELESAI)

31 parts Complete

"Rafael" kata itu meluncur dengan sendirinya. "Kamu tidak apa-apa? Apa ada yang terluka?" Tanya Rafa. Ia memperhatikan tubuh Arin, ia memastikan tidak ada terluka sedikitpun ditubuhnya. Rafa mengenal wanita berparas cantik itu. Pertama kali ia lihat bahwa itu adalah Arin, calon adik ipar. Dulu Rafa, mengenal Arin saat Arin masih kecil, kira-kira ia masih duduk di sekolah dasar, dan sekarang tumbuh sebagai wanita dewasa. Oh Tuhan, kenapa Arin tumbuh begitu cantik, kulitnya pucat seperti porselen, tidak pernah disentuh. Matanya begitu bening dan hidungnya mancung. "Saya tidak apa-apa, kesayangan, kenapa bisa hancur begini" Arin melangkah mendekati ponsel miliknya, ia memunguti satu persatu kepingan-kepingan ponsel miliknya. Kesayangan? Ternyata Arin menyebut ponsel itu dengan kata kesayangan. Rafa ingin tertawa, Rafa lalu mendekati Arin, dan ikut berjongkok memunguti kepingan-kepingan ponsel Arin yang hancur berderai. Diliriknya lagi Arin dihadapannya. "Maaf, saya akan mengganti ponsel baru untuk kamu" ucap Rafa mencoba memberi solusi. Sesungguhnya kejadian tadi bukan salah ia sepenuhnya. Arin lah yang tidak melihat arah tujuannya, Arin lebih asyik dengan layar ponsel itu. Sehingga menyebabkan adegan tebarkan itu. "Tapi, disini banyak foto-foto saya". "Yasudah nanti kita ke konter, saa yakin pihak konter tahu cara memindahkan foto-foto kamu itu" Rafa lalu berdiri, dan kembali menatap Arin. "Kamu kenapa bisa ada disini, Arin?" Tanya Rafa. "Liburan" ucap Arin ia malah menyengir. "Sendiri?". "Iya dong, sama siapa lagi". "Liburan sendiri itu tidak baik, kalau terjadi apa-apa bagaimana? Ini Bangkok loh" ucap Rafa, lalu duduk dikursi tunggu, diikuti juga oleh Arin. "Tapi, saya sudah biasa kok. Kamu kenapa ada disini?". "Saya ada urusan kerja" ucap Rafa. "Jadi gimana, handphone saya?".