SALSHABILLA

SALSHABILLA

  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 10, 2019
Dalam hidup, ada banyak suka maupun duka yang tidak terbayangkan. Seperti kisah cintaku ini. Cukup unik dan rumit menurutku. Awalnya aku pikir takdir memang tidak berpihak padaku. Namun aku salah, takdir memberiku yang lain, yang bahkan lebih dari itu. Ya, meskipun tak seperti kisah cinta di kalangan remaja masa kini. meskipun banyak hal berat yang harus aku jalani demi diriku, orang lain dan demi mempertahankannya. Salshabilla Ardheta Khawla, itulah namaku.
All Rights Reserved
#4
cacha
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ternyata Takdirku adalah Kamu
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • RAHSYA UNTUK NAURA
  • Di Balik Niqab [TERBIT]
  • Sorry, I miss you ... ( END )
  • Cinta Datang Terlambat [END]
  • Gus Zhafi
  • Laskar Pemimpi || NCT Dream (on going)
  • Ingkar 🌿|| Ending
  • Aku, Kau, dan Dia (Completed)

JANGAN LUPA FOLLOW YA... terimakasih sudah mampir Ada cinta yang tidak perlu diumbar, cukup diam-diam mendoakan dari kejauhan. Karena kadang, mencintai yang paling dalam adalah saat memilih untuk menjauh. Aku, Cilla, gadis biasa yang sebentar lagi akan memulai hidup baru di UIN Rafah. Di usia delapan belas ini, hidupku seperti perjalanan kereta yang tak pernah berhenti di stasiun yang sama dua kali. Termasuk stasiun bernama Arsan. Dia pernah singgah. Pernah menjadi alasan senyumku setiap pagi. Pernah menjadi orang yang paling aku percaya. Tapi kami memilih pergi. Bukan karena tidak saling mencintai, tapi karena tahu: terlalu dekat bisa membuat segalanya salah arah. Kami memilih menjaga, meski harus saling menjauh. Dan kini, setelah waktu membawa kami ke dunia yang berbeda... Aku masih menyebut namanya dalam sujud terakhirku. Sementara aku tak tahu, apakah dia juga menyebut namaku saat langitnya mendung dan hatinya sunyi. Mungkin kami sedang menguji takdir. Atau... mungkin takdir sedang menguji kami. Karena jika benar cinta ini suci, maka tak perlu digenggam erat untuk dimiliki. Cukup dipercayakan kepada Allah. Dan jika suatu hari aku kembali bertemu dengannya, aku ingin bertanya satu hal: "Masihkah kamu menganggapku takdirmu, seperti dulu?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines